kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Virus Marburg yang mematikan muncul lagi, WHO siapkan rencana kesiapsiagaan


Kamis, 12 Agustus 2021 / 21:02 WIB
Virus Marburg yang mematikan muncul lagi, WHO siapkan rencana kesiapsiagaan
ILUSTRASI. A logo is pictured on the headquarters of the World Health Orgnaization (WHO) in Geneva, Switzerland, June 25, 2020. REUTERS/Denis Balibouse


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Prefektur Gueckedou adalah wilayah yang sama, di mana wabah Ebola merebak di Guinea tahun ini, serta awal wabah Afrika Barat 2014–2016 terdeteksi.

Penyakit virus Marburg memiliki tingkat kematian hampir 90%, menurut WHO. Saat ini, tidak ada pengobatan untuk melawannya, meskipun vaksin sedang dikembangkan. 

Tetapi, rehidrasi dengan cairan oral atau intravena dan pengobatan gejala tertentu bisa meningkatkan kelangsungan hidup pasien yang terpapar virus Marburg.

Wabah Marburg sebelumnya secara sporadis di benua Afrika dilaporkan terjadi di Angola, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Afrika Selatan, dan Uganda. Terakhir kali terjadi pada 2017 di Uganda.

Penyakit ini pertama kali terdeteksi pada 1967 silam, menyusul dua wabah besar secara bersamaan di laboratorium di Kota Marburg, Jerman, dan di Beograd, ibu kota Yugoslavia saat itu.

Selanjutnya: Termasuk di Indonesia, WHO uji tiga obat baru untuk pasien COVID-19 parah




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×