kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Volume ekspor beras Vietnam turun 10%


Jumat, 22 Juni 2012 / 11:07 WIB
ILUSTRASI. Kementerian Perindustrian semakin aktif mendorong pengembangan teknologi hilirisasi untuk lebih meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri.


Reporter: Asnil Bambani Amri, Bloomberg | Editor: Asnil Amri

HANOI. Ekspor beras dari Vietnam turun 10% sepanjang tahun ini. Ekspor beras Vietnam mulai 1 Januari sampai 15 Juni 2012 turun sekitar 10% menjadi 3,35 juta ton. Sementara pada waktu yang sama tahun lalu angka ekspor mencapai 3,72 juta ton.

Begitu juga dari sisi nilai, Bea Cukai Vietnam menyebutkan, nilai ekspor beras Vietnam turun 15,8% menjadi US$ 1,54 miliar. Penurunan pasar ekspor tersebut terjadi karena seretnya permintaan menjelang masa puncak panen puncak di Vietnam.

Menteri Pertanian Vietnam, Cao Duc Phat memprediksi, volume ekspor beras Vietnam tahun ini bisa turun dari perkiraan.

Bulan Maret, Phat mengatakan, Vietnam ingin menyamakan kinerja ekspor beras tahun lalu yang mencapai 7,2 juta ton. Namun, dua bulan kemudian, Phat memprediksi, ekspor beras tahun ini hanya bisa tercapai sebanyak 6,25 juta ton.

Sementara itu, menumpuknya beras di dalam negeri Vietnam ternyata bisa menimbulkan kecemasan baru. Departemen Pertanian Vitenam saat ini sedang meminta persetujuan pemerintah untuk memberikan pinjaman terhadap hasil panen, untuk mencegah harga turun.

"Pada pertengahan Juli padi akan matang pada skala besar, tetapi pasti akan jatuh," Phat dikutip oleh surat kabar Ekonomi Vietnam Times in sebuah laporan Kamis mengatakan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×