kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.979   87,00   0,49%
  • IDX 5.951   -150,14   -2,46%
  • KOMPAS100 774   -22,02   -2,77%
  • LQ45 584   -14,08   -2,35%
  • ISSI 206   -5,45   -2,57%
  • IDX30 331   -7,41   -2,19%
  • IDXHIDIV20 404   -8,15   -1,97%
  • IDX80 88   -2,47   -2,73%
  • IDXV30 109   -1,84   -1,66%
  • IDXQ30 106   -2,16   -2,00%

Sepi pembeli, ekspor beras Vietnam turun 14%


Rabu, 04 April 2012 / 11:03 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memfoto layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.


Reporter: Asnil Bambani Amri, Reuters | Editor: Asnil Amri

HANOI. Departemen Pertanian Vietnam menyatakan, ekspor beras Vietnam diperkirakan turun 14% tahun ini menjadi 6,1 juta ton. Penurunan ekspor beras terjadi karena terjadinya penurunan permintaan karena harga beras yang naik.

Selain itu, banyak pembeli potensial beras Vietnam mengalihkan pilihannya ke gandum karena harganya yang lebih murah. Tak hanya itu, ada juga prediksi dari kenaikan produksi beras di Indonesia dan Filipina. Seperti tahun terdahulu, kedua negara ini merupakan pembeli kunci beras dari Vietnam.

Alasan lainnya penurunan kinerja ekspor beras Vietnam itu terjadi karena ada ketimpangan harga. Vietnam menjual beras lebih mahal dari beras India dan juga beras Pakistan. Hal inilah yang membuat pembeli melirik beras dari India dan Pakistan.

Namun begitu, Menteri Pertanian Vietnam, Cao Duc Phat mengatakan, Vietnam tetap memiliki target ekspor beras sama dengan realisasi tahun lalu sebesar 7,2 juta ton.




TERBARU

[X]
×