kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Wabah virus corona membuat bisnis pengantaran tanpa kontak laris manis


Senin, 17 Februari 2020 / 07:26 WIB
Wabah virus corona membuat bisnis pengantaran tanpa kontak laris manis
ILUSTRASI. Restoran cepat saji di China memperbanyak layanan pesan antar tanpa kontak demi menghindari penularan virus corona

Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Wabah virus corona yang masih menyebar di China membuat perusahaan cepat saji seperti McDonalds Corps dan Starbucks Corp memutar otak agar bisnisnya tetap berjalan. Nah, salah satu cara yang digunakan adalah dengan meningkat layanan pickup dan pengantaran tanpa kontak untuk menjaga keselamatan pekerja dan pelanggan.

Mengutip Reuters, McDonald's telah menerapkan sistem pengantaran tanpa kontak ini untuk pesanan Big mac, kentang hingga menu lainnya setelah wabah corona merebak di China.

Pelanggan dapat memesan dari ponsel atau komputer di toko, kemudian karyawan menyiapkan makan dan meletakkannya di tempat khusus untuk diambil tanpa kontak manusia.

Sedangkan untuk pesanan pengiriman, pengantar pesanan akan menurunkan paket McDonald's di pintu masuk gedung, mendisinfeksi tas pengiriman dan mencuci tangan lebih sering.

Baca Juga: Singapura laporkan 3 kasus baru virus corona, total 75 kasus

Selain itu, pengantar wajib membawa kartu identitas yang menunjukkan bahwa pengantar dan pembuat makan serta pengemas makanan telah memeriksa suhu tubuh dan membuktikan tidak sedang demam. 

"Sementara kami melihat bagaimana meningkatkan proses lebih lanjut, langkah-langkah pencegahan yang ditingkatkan berlaku untuk semua saluran layanan kami," kata McDonald's dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Virus mirip flu telah menginfeksi lebih dari 71.230 orang di seluruh dunia dan membunuh 1.770 hingga Minggu (16/2), sebagian besar di Provinsi Hubei. Beberapa kota besar China masih menyerupai kota hantu ketika China berjuang untuk mendapatkan kembali ekonominya pada jalurnya setelah liburan Tahun Baru Imlek yang berkepanjangan.



TERBARU

[X]
×