kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Waduh, Korsel jadi pusat wabah virus corona terbesar di luar China


Senin, 24 Februari 2020 / 14:19 WIB
Waduh, Korsel jadi pusat wabah virus corona terbesar di luar China

Sumber: AFP,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kekhawatiran internasional tentang penyebaran virus corona di luar China semakin meningkat pada hari Minggu (23/2/2020). Kecemasan ini terjadi seiring dengan peningkatan tajam infeksi virus corona di sejumlah negara. Salah satunya adalah Korea Selatan.

Melansir Reuters, saat ini Korea Selatan berada dalam status waspada setelah jumlah korban yang terinfeksi melonjak lebih dari 600 orang dengan 6 kematian.

Baca Juga: Karyawan Samsung terinfeksi corona, perusahaan Korsel bersiap hadapi yang terburuk

Sementara, data AFP menunjukkan, Korsel melaporkan adanya peningkatan 161 kasus virus korona pada Senin (24/2/2020). Hal ini menjadikan total kasus nasional di Korsel menjadi 763 kasus. Ini menjadikannya sebagai wilayah dengan kasus infeksi virus corona terbesar dunia di luar China.

Baca Juga: Laporan TV Jepang picu spekulasi di China: Virus corona mungkin berasal dari AS

Negeri Ginseng itu telah menyaksikan lonjakan cepat dalam jumlah kasus virus corona. Sebagian besar kasus negara itu terhubung dengan Gereja Shincheonji Yesus di kota Daegu selatan, termasuk 129 konfirmasi hari Senin, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea dalam sebuah pernyataan.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Minggu meningkatkan kewaspadaan virus negara itu ke level "merah" atau tertinggi, dalam upaya untuk memperkuat tanggapan pemerintah terhadap wabah yang terus meningkat.

Baca Juga: Jumlah terinfeksi virus corona tembus 100 orang, 10 ribu warga Italia dikarantina

Pemerintah Korsel juga telah memperpanjang libur taman kanak-kanak dan sekolah selama satu minggu secara nasional. Selain itu, Korsel juga berencana untuk memberlakukan pemantauan dua minggu lebih ketat terhadap kedatangan dari Tiongkok.




TERBARU

Close [X]
×