kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Wah, angka perceraian di China naik terus!


Senin, 04 Oktober 2010 / 15:12 WIB


Reporter: Agung Ardyatmo, | Editor: Uji Agung Santosa

BEIJING. Kantor Kementerian Kependudukan China mencatat, sekitar 848.000 pasangan telah mengajukan permohonan cerai di Kantor Catatan Sipil China sepanjang semester I 2010. Menurut laporan statistik, angka perceraian di China terus meningkat sejak tahun 2003, semenjak revisi Undang-Undang Pendaftaran Perkawinan diberlakukan.

Data Kementerian Kependudukan China mencatat, provinsi Xinjiang Uygur dan Chongqing menjadi daerah dengan jumlah pasangan bercerai yang paling banyak. Menyusul dibawahnya adalah provinsi Heilongjiang, Jilin, dan Liaoning. Adapun Shanghai menempati peringkat enam, dan Beijing di peringkat delapan.

"Aturan undang-undang pernikahan memungkinkan pasangan untuk mendaftarkan pengajuan cerai di kantor catatan sipil, dibandingkan sebelumnya yang hanya boleh di Pengadilan," imbuh Xu Anqi, peneliti di Shanghai Academi of Social Sciences.

Xi menambahkan, sebenarnya angka pengangguran memang terus menunjukkan kenaikan sejak lama. Tahun 1979, rata-rata angka perceraian hanya sebesar 0,03%, kemudian naik menjadi 0,07% di tahun 1990, dan 0,1% di 2000. Dan tahun 2003, angkanya sudah naik menjadi 0,21%.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×