kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Wah, pasien sembuh di Malaysia hampir 50% dari total kasus positif corona


Selasa, 14 April 2020 / 20:38 WIB
ILUSTRASI. Para tuna wisma beristirahat di dalam bilik di tempat penampungan sementara, selama kebijakan kontrol gerakan akibat wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Kuala Lumpur, Malaysia, 7 April 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Kementerian Kesehatan, Noor Hisham menambahkan, berencana untuk menambah lima laboratorium lagi untuk meningkatkan kapasitas pengujian harian, dari 11.500 saat ini menjadi 16.500 per hari.

"Kami berencana menambah lima laboratorium lagi di Tawau, Miri, Bintulu, Sandakan, dan Kluang," ujarnya. Saat ini, ada 43 laboratorium yang menguji sampel virus corona setiap hari.

Pada 7 April lalu, Noor Hisham menyebutkan, Malaysia melakukan 9.000 hingga 10.000 tes virus setiap hari, dan kapasitas pengujian maksimum berada di angka 11.500 per hari.

Baca Juga: WHO: 90% kasus virus corona datang dari Eropa dan Amerika Serikat

Dia menjelaskan, tes RT-PCR untuk mendeteksi Covid-19 membutuhkan setidaknya enam jam. Tapi, dengan volume yang banyak, waktu pemrosesan melampaui 24 jam, kadang-kadang lebih dari 48 jam. Itu tidak termasuk waktu untuk membawa sampel ke lab.

Malaysia sudah menguji alat tes cepat dari China dan Korea Selatan. Namun, menurut Noor Hisham, tidak ada yang bisa memberikan hasil yang pemerintah inginkan, karena keduanya hanya memberikan akurasi 50% dibanding target 70%.




TERBARU

[X]
×