Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Senin (1/6/2026), meski ketegangan perang AS-Iran kembali memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap inflasi.
Sentimen positif dari sektor teknologi, terutama terkait perkembangan kecerdasan buatan (AI), menjadi penopang utama pasar dan berhasil meredam tekanan dari risiko geopolitik yang meningkat.
Saham raksasa chip AI Nvidia melonjak 3,9% setelah meluncurkan prosesor baru yang memungkinkan fitur AI berjalan langsung di laptop dan komputer pribadi. Peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi selama tiga tahun dengan Microsoft, yang sahamnya ikut naik 2,5%.
Optimisme terhadap AI juga mendorong saham produsen komputer Dell dan HP masing-masing melesat 9% dan 7,3%. Sementara itu, saham Micron Technology naik 5,7% hingga menembus level US$1.000 untuk pertama kalinya, memperpanjang reli kuat sektor semikonduktor.
Baca Juga: Wall Street Nyaris Cetak Rekor Baru, Reli AI Kalahkan Kekhawatiran Pasar
Meski demikian, kenaikan saham teknologi tidak sepenuhnya menghapus kekhawatiran pasar. Harga minyak dunia melonjak sekitar 5% setelah media Iran melaporkan Teheran menghentikan perundingan tidak langsung dengan Washington terkait konflik yang melibatkan Lebanon.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa perang yang telah berlangsung selama tiga bulan dapat semakin berkepanjangan dan mendorong harga energi lebih tinggi, yang pada akhirnya berisiko memicu inflasi serta menekan pertumbuhan ekonomi global.
"Selama konflik berlangsung, harga minyak berpotensi terus naik dan dampaknya akan terasa di seluruh pasar," kata Ryan Lee, Senior Vice President Product and Strategy Direxion.
Pada perdagangan siang waktu New York, indeks Dow Jones turun 0,27% ke 50.897,15. Sementara itu, S&P 500 bergerak datar di 7.580,05 dan Nasdaq menguat 0,18% ke 27.020,16.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, hanya sektor teknologi dan energi yang mencatat penguatan. Saham-saham perangkat lunak yang sempat tertekan akibat kekhawatiran disrupsi AI juga kembali menguat. ServiceNow melonjak 10,7%, IBM naik 6%, sementara indeks layanan perangkat lunak menguat hampir 4%.
Baca Juga: Wall Street Naik Setelah Trump Tunda Serangan ke Jaringan Pembangkit Listrik Iran
Investor kini menantikan sejumlah agenda penting pekan ini, termasuk laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat dan laporan keuangan Broadcom. Keduanya diperkirakan akan menjadi petunjuk baru mengenai kekuatan ekonomi AS serta keberlanjutan tren investasi AI yang selama ini menjadi motor utama reli Wall Street.
Di tengah meningkatnya risiko geopolitik, pasar masih menunjukkan keyakinan bahwa ledakan investasi AI mampu menopang kinerja perusahaan teknologi dan menjaga reli saham AS tetap bertahan.













