kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.888   30,00   0,17%
  • IDX 6.095   -21,57   -0,35%
  • KOMPAS100 792   -2,84   -0,36%
  • LQ45 596   -3,04   -0,51%
  • ISSI 213   -0,53   -0,25%
  • IDX30 337   -1,69   -0,50%
  • IDXHIDIV20 413   -2,42   -0,58%
  • IDX80 90   -0,40   -0,44%
  • IDXV30 111   -0,68   -0,60%
  • IDXQ30 108   -0,50   -0,46%

Walmart Suntikan Dana Sebesar US$ 200 di Fintech PhonePe India


Minggu, 19 Maret 2023 / 13:12 WIB
ILUSTRASI. Walmart Suntikan Dana Sebesar US$ 200 di Fintech PhonePe India


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perusahaan pembayaran digital India PhonePe telah mengumpulkan pendapatan sebesar US$ 200 juta dari pemilik saham mayoritas Walmart Inc dengan penilaian pra-uang sebesar US$ 12 miliar.

Dikutip dari Reuters, PhonePe, yang sudah menjadi perusahaan pembayaran paling bernilai di India mengatakan bahwa investasi tersebut merupakan bagian dari penggalangan dana berkelanjutan hingga US$ 1 miliar.

Dalam dua bulan terakhir, PhonePe telah mengumpulkan US$ 350 juta dari firma ekuitas swasta General Atlantic dan US$ 100 juta dari Ribbit Capital, Tiger Global, dan TVS Capital Funds, dengan penilaian serupa sebesar US$ 12 miliar.

Baca Juga: Wall Street Tertekan Pada Selasa (21/2) Setelah Libur Panjang

Raksasa ritel AS Walmart mengakuisisi saham mayoritas di PhonePe pada 2018 dan akan tetap menjadi investor utama, kata perusahaan India itu, tanpa mengungkapkan nilai sahamnya.

Terlepas dari musim dingin pendanaan, sektor pembayaran digital India telah menjadi titik terang berkat popularitas pembayaran online dan ambisi para pemula untuk pindah ke sektor jasa keuangan yang menguntungkan.

PhonePe mengatakan berencana menggunakan dana tersebut untuk membangun dan memperluas bisnis baru, termasuk asuransi, manajemen kekayaan, dan pinjaman.

Baca Juga: Amazon Meluncurkan Jasa Pengiriman Udara di India

PhonePe terpisah dari raksasa e-commerce India Flipkart akhir tahun lalu ketika memindahkan kantor pusat terdaftarnya dari Singapura ke India, dengan Walmart menanggung tagihan pajak hampir US$1 miliar.

Menurut beberapa laporan, relokasi tersebut untuk memastikan akses yang lebih mudah ke industri jasa keuangan negara yang sangat diatur, khususnya pinjaman.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×