Warning China: Kami Ambil Tindakan Tegas dan Kuat jika Ketua DPR AS Kunjungi Taiwan

Selasa, 19 Juli 2022 | 19:49 WIB Sumber: Reuters
Warning China: Kami Ambil Tindakan Tegas dan Kuat jika Ketua DPR AS Kunjungi Taiwan

ILUSTRASI. Ketua DPR AS Nancy Pelosi berencana mengunjungi Taiwan, China siap mengambil tindakan tegas. REUTERS/Ken Cedeno.

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China pada Selasa (19/7) memperingatkan, akan mengambil tindakan tegas jika Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan, setelah Financial Times melaporkan, dia akan pergi ke pulau itu bulan depan.

Pelosi dan delegasinya juga akan mengunjungi Indonesia, Jepang, Malaysia, dan Singapura, serta menghabiskan waktu di Hawaii di markas komando Indo-Pasifik AS, menurut Financial Times, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

DPR dan Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Sementara Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan, "belum menerima informasi yang relevan" tentang kunjungan apa pun.

Baca Juga: AS Bakal Jual Peralatan Militer Senilai US$ 108 Juta ke Taiwan, China Bakal Murka?

Kunjungan pemimpin Partai Demokrat AS ke Taiwan ditunda yang seharusnya pada April lalu, setelah dia dinyatakan positif Covid-19. Pada saat itu, Beijing menyatakan, kunjungan semacam itu akan sangat memengaruhi hubungan China-AS.

Berbicara di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan, setiap kunjungan Pelosi akan "sangat merusak kedaulatan dan integritas teritorial China".

"Jika pihak AS dengan keras berpegang pada jalur ini, China pasti akan mengambil tindakan tegas dan kuat untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorialnya dengan tegas," katanya.

"Amerika Serikat harus bertanggungjawab penuh atas semua konsekuensi yang disebabkan oleh ini," tegas dia, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: China Telah Terbangkan 36 Pesawat Militer ke Zona Identifikasi Taiwan Sejak Juli 2022

Pelosi, seorang kritikus lama China, mengadakan pertemuan online dengan Wakil Presiden Taiwan William Lai pada Januari saat ia mengakhiri kunjungan ke Amerika Serikat dan Honduras.

Gedung Putih telah menyatakan keprihatinan tentang perjalanan itu, Financial Times menyebutkan, mengutip tiga orang yang mengetahui situasi tersebut.

Ada perpecahan dalam Pemerintahan AS mengenai apakah Pelosi harus mengunjungi Taiwan, Financial Times melaporkan, mengutip dua sumber.

Berita tentang kunjungan Pelosi pada Agustus muncul setelah China meminta Amerika Serikat pada Senin (18/7) untuk segera membatalkan potensi penjualan bantuan teknis militer ke Taiwan senilai US$108 juta.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru