Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Pengangkatan Howard Buffett sebagai ketua tidak berarti putra Warren Buffett tersebut akan mengambil alih pengelolaan operasional Berkshire.
Howard, yang dikenal dengan sapaan Howie, akan lebih berfokus menjaga budaya perusahaan. Pengelolaan bisnis sehari-hari tetap berada di bawah CEO Greg Abel dan jajaran manajemen Berkshire.
Model Berkshire selama ini memberikan keleluasaan besar kepada para manajer anak usaha untuk menjalankan bisnis masing-masing. Kantor pusat Berkshire relatif minim melakukan intervensi terhadap operasional perusahaan-perusahaan di bawah grup.
Howard Buffett menyebut budaya tersebut pada dasarnya dibangun dari prinsip-prinsip sederhana, seperti memperlakukan orang secara adil, menghormati manajer dan pemegang saham, serta terbuka menyampaikan kabar buruk.
Baca Juga: Warren Buffett Berusia 96 Tahun, Kini Jadi Chairman Emeritus Berkshire Hathaway
“Ini bukan hal yang rumit,” ujar Howard kepada The Wall Street Journal pada Januari 2025.
Dengan demikian, perubahan posisi Warren Buffett tidak serta-merta mengubah struktur pengelolaan Berkshire.
Greg Abel tetap memegang kendali eksekutif, sementara Howard Buffett mendapat peran sebagai penjaga nilai dan budaya yang selama puluhan tahun dibangun ayahnya.
Abel menegaskan budaya tersebut akan tetap menjadi bagian penting Berkshire. “Budaya yang dibangun Warren dan nilai-nilai yang ia junjung tinggi akan tetap menjadi inti Berkshire,” ujarnya.
Baca Juga: Berkshire Hathaway Menata Masa Depan Tanpa Warren Buffett
Pengunduran diri Buffett sebagai ketua sekaligus menandai penyelesaian salah satu proses suksesi paling diperhatikan di dunia korporasi Amerika.
Setelah menyerahkan posisi CEO kepada Abel, Buffett kini juga meninggalkan kursi ketua, meski masih berada di dalam perusahaan sebagai anggota dewan.














