Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Era Warren Buffett di pucuk pimpinan Berkshire Hathaway memasuki babak baru. Setelah lebih dari enam dekade membangun konglomerasi tersebut, Buffett resmi mundur dari posisi ketua dan beralih menjadi chairman emeritus.
Berkshire Hathaway mengumumkan keputusan tersebut pada Jumat (18/9/2026). Posisi ketua selanjutnya diisi putra Buffett, Howard Buffett, yang telah menjadi anggota dewan direksi perusahaan sejak 1993.
Perubahan ini menjadi kelanjutan dari proses suksesi di Berkshire. Sebelumnya, Buffett telah menyerahkan posisi chief executive officer (CEO) kepada Greg Abel pada awal 2026, setelah mengumumkan rencana pengunduran dirinya pada Mei 2025.
Baca Juga: Warren Buffett Setop Donasi kepada Gates Foundation di Tengah Sorotan Kasus Epstein
Meski tidak lagi menjadi ketua, Buffett tetap berada di jajaran direksi sebagai chairman emeritus. Dengan posisi tersebut, investor masih dapat memperoleh pandangan dan perspektif Buffett mengenai perusahaan yang selama puluhan tahun identik dengan dirinya.
“Waktu selalu menang. Namun, waktu telah bermurah hati kepada saya,” tulis Buffett dalam surat kepada pemegang saham Berkshire pada Jumat.
Selama kepemimpinannya sejak 1965, Buffett mengubah Berkshire dari perusahaan tekstil yang nyaris bangkrut menjadi konglomerasi dengan nilai pasar sekitar US$ 1,1 triliun.
Bisnis Berkshire kini mencakup perusahaan asuransi Geico, operator kereta api BNSF, bisnis energi dan industri, hingga jaringan restoran dan ritel seperti Dairy Queen.
Berkshire juga memiliki portofolio investasi dalam jumlah besar, termasuk saham perusahaan publik dan surat utang pemerintah Amerika Serikat.
Baca Juga: Warren Buffett Tunda Donasi ke Yayasan Milik Bill Gates, Terkait Epstein?
Pengaruh Buffett tidak hanya tercermin dari perkembangan bisnis Berkshire, tetapi juga dari cara investor menilai perusahaan tersebut.
Saham Berkshire selama bertahun-tahun mendapatkan apa yang kerap disebut sebagai “premi Buffett”, yakni tambahan nilai yang dikaitkan dengan reputasi dan rekam jejak sang investor.
Data LSEG menunjukkan rasio harga terhadap nilai buku (price-to-book value) Berkshire turun dari sekitar 1,62 ketika Buffett mengumumkan rencana mundur sebagai CEO menjadi sekitar 1,53.
Pada perdagangan Jumat, saham Berkshire kelas B tercatat turun sekitar 0,3% dalam perdagangan pra-pasar.
Howard Buffett Jaga Budaya Berkshire
Pengangkatan Howard Buffett sebagai ketua tidak berarti putra Warren Buffett tersebut akan mengambil alih pengelolaan operasional Berkshire.
Howard, yang dikenal dengan sapaan Howie, akan lebih berfokus menjaga budaya perusahaan. Pengelolaan bisnis sehari-hari tetap berada di bawah CEO Greg Abel dan jajaran manajemen Berkshire.
Model Berkshire selama ini memberikan keleluasaan besar kepada para manajer anak usaha untuk menjalankan bisnis masing-masing. Kantor pusat Berkshire relatif minim melakukan intervensi terhadap operasional perusahaan-perusahaan di bawah grup.
Howard Buffett menyebut budaya tersebut pada dasarnya dibangun dari prinsip-prinsip sederhana, seperti memperlakukan orang secara adil, menghormati manajer dan pemegang saham, serta terbuka menyampaikan kabar buruk.
Baca Juga: Warren Buffett Berusia 96 Tahun, Kini Jadi Chairman Emeritus Berkshire Hathaway
“Ini bukan hal yang rumit,” ujar Howard kepada The Wall Street Journal pada Januari 2025.
Dengan demikian, perubahan posisi Warren Buffett tidak serta-merta mengubah struktur pengelolaan Berkshire.
Greg Abel tetap memegang kendali eksekutif, sementara Howard Buffett mendapat peran sebagai penjaga nilai dan budaya yang selama puluhan tahun dibangun ayahnya.
Abel menegaskan budaya tersebut akan tetap menjadi bagian penting Berkshire. “Budaya yang dibangun Warren dan nilai-nilai yang ia junjung tinggi akan tetap menjadi inti Berkshire,” ujarnya.
Baca Juga: Berkshire Hathaway Menata Masa Depan Tanpa Warren Buffett
Pengunduran diri Buffett sebagai ketua sekaligus menandai penyelesaian salah satu proses suksesi paling diperhatikan di dunia korporasi Amerika.
Setelah menyerahkan posisi CEO kepada Abel, Buffett kini juga meninggalkan kursi ketua, meski masih berada di dalam perusahaan sebagai anggota dewan.














