kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Warren Buffett & para investor bunyikan alarm akan kehancuran pasar yang lebih besar


Senin, 13 Juli 2020 / 06:10 WIB


Sumber: Yahoo Finance | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Sejumlah investor dan miliarder tengah membunyikan alarm akan datangnya kehancuran pasar besar-besaran. The GOAT of investing memimpin peringatan dari kalangan orang-orang kaya akan kondisi ini.

Investor kawakan Warren Buffett yang seharusnya menyebarkan uang tunai saat pasar saham jatuh memilih menahan diri, merupakan juga peringatan.

Mengutip Yahoo Finance, Minggu (12/7), banyak orang merasa aneh bahwa Buffett telah kehilangan selera investasinya pada tahun 2020 ini. Konglomerat Buffett masih memiliki uang tunai sebanyak US$ 137 miliar.

Baca Juga: Warren Buffett terjungkal ke urutan 8, ini 10 orang paling tajir di dunia saat ini

Berskhire Hathaway hanya melakukan satu kesepakatan signifikan selama pandemi ini yakni membeli aset transmisi dan penyimpanan gas milik Dominion Energy sebesar US$ 9,7 miliar.

Sementara, banyak orang yang tinggal di rumah karena Covid-19 sedang bermain di pasar saham. Langkah yang dilakukan para amatir ini sebenarnya mengkhawatirkan Buffett.

Buffett tidak suka membeli saham dan berspekulasi tanpa berpikir seperti yang dilakukan para trader harian, yang saat ini tengah bersemangat mengumpulkan saham-saham yang tertekan.

Pasar saham saat ini memiliki kemiripan dengan kondisi pada awal tahun 2000 saat terjadinya gelembung dot.com.

Baca Juga: Kekayaan Warren Buffett masih di atas Rp 1.000 triliun meski rajin donasi

Buffett mengatakan, investor berfokus bukan pada apa yang dihasilkan oleh aset, melainkan pada apa yang akan dibayarkan oleh orang berikutnya atau investors are focusing not on what an asset will produce but rather on what the next fellow will pay for it.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×