kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Warren Buffett Punya 1 Kualitas Diri yang Bikin Dirinya Kaya Raya, Apa Itu?


Kamis, 26 Desember 2024 / 04:26 WIB
ILUSTRASI. Warren Buffett dikenal karena berpegang teguh pada prinsip-prinsipnya, menolak godaan tren dan mode demi nilai jangka panjang. REUTERS/Rick Wilking


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kedua, Buffett mengatakan kepada The Wall Street Journal dalam sebuah wawancara bahwa ia menyerahkan tanggung jawab kepada anak-anaknya untuk memutuskan bagaimana cara menghabiskan kekayaannya ketika ia meninggal. 

Khususnya, ia juga mengatakan bahwa ia memutuskan hubungan dengan Bill and Melinda Gates Foundation, yang sebelumnya ia katakan akan menyumbangkan sebagian besar kekayaannya. 

"Yayasan Gates tidak memiliki uang yang akan datang setelah kematian saya," kata Buffett. 

Itu adalah perubahan yang cukup besar.

Pada tahun 2006, Buffett mengirim surat kepada Bill and Melinda Gates Foundation yang menjelaskan bahwa ia berkomitmen yang tidak dapat ditarik kembali untuk memberikan hadiah tahunan berupa saham Berkshire Hathaway 'B' sepanjang hidupnya. 

Buffett melanjutkan dengan menjelaskan bahwa ia akan segera menulis surat wasiat baru yang akan menyediakan kelanjutan komitmen ini. Caranya dengan mendistribusikan sisa saham yang dialokasikan atau dengan cara lain setelah kematiannya.

Tidak jelas apa yang menyebabkan Buffett berubah pikiran dalam kasus khusus ini, meskipun itu terjadi setelah Bill dan Melinda Gates mengumumkan perceraian mereka. 

Baca Juga: 3 Saham Warren Buffett yang Mengungguli Pasar pada Tahun 2024




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×