kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Warren Buffett tak cemas Trump atau Biden yang menang, ini alasannya


Rabu, 04 November 2020 / 06:54 WIB
ILUSTRASI. Buffett mengaku tidak terlalu khawatir tentang pemilihan presiden AS yang berlangsung Selasa (3/11/2020). (Photo by Daniel Zuchnik/WireImage)


Sumber: Businessinsider | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - OMAHA. Banyak warga Amerika yang cemas, siapa pun yang menang dalam pemilihan presiden AS kali ini, bakal terjadi kekacauan. Namun, hal itu tidak berlaku bagi investor kawakan Warren Buffett. 

Melansir Business Insider, Buffett mengaku tidak terlalu khawatir tentang pemilihan presiden AS yang berlangsung Selasa (3/11/2020). 

"Dalam setiap pemilihan, Anda akan membuat orang-orang merasa dunia akan segera berakhir dan (bertanya) bagaimana ini bisa terjadi," kata investor miliarder dan CEO Berkshire Hathaway pada pertemuan tahunan perusahaannya pada 2018, menurut transkrip di Sentieo , situs penelitian keuangan.

"Beberapa kali dalam hidup saya, orang merasa negara ini lebih terpecah dari sebelumnya," lanjut Buffett. "Saya telah melalui periode di mana orang-orang yang saya kenal dan kagumi berpikir bahwa karena partai lain berkuasa, maka tidak akan pernah ada pemilihan lagi."

Baca Juga: 6 Jurus jitu Warren Buffett untuk jadi miliarder ini bisa ditiru

Namun, investor tersebut menekankan bahwa dia hidup di bawah pemerintahan 14 dari 44 presiden AS (dia menolak untuk menghitung Grover Cleveland dua kali). Dan, menurutnya, ekonomi AS semakin makmur seiring berjalannya waktu.

Meskipun akan selalu ada banyak ketidaksepakatan, kata Buffett, model Amerika "benar-benar berhasil."

Pimpinan Berkshire ini menyoroti peningkatan enam kali lipat dalam PDB per kapita selama masa hidupnya. Hasilnya, kata Buffett, jutaan warga Amerika menikmati kualitas hidup yang lebih baik daripada John D. Rockefeller Sr. - orang terkaya di dunia saat Buffett masih kecil.

Baca Juga: Warren Buffett sebut kesombongan intelektual hambat seseorang mencapai kesuksesan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×