kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Warren Buffett Ungkap Kesalahan No. 1 Orang Tua Saat Ajarkan Anak Soal Uang


Rabu, 12 Juni 2024 / 04:37 WIB
ILUSTRASI. ebelum menjadi CEO Berkshire Hathaway, investor legendaris ini memulai beberapa bisnis kecil – dimulai pada usia enam tahun. REUTERS/Scott Morgan


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Mengutip Times of India, berikut tiga pelajaran keuangan kepada anak dari Warren Buffett:

1. ​Jangan hanya berkhotbah, berikan contoh​

Warren Buffett pernah berkata, "Dalam mencari orang untuk dipekerjakan, Anda mencari tiga kualitas: integritas, kecerdasan, dan energi. Dan jika mereka tidak memiliki kualitas pertama, dua kualitas lainnya akan membunuh Anda." 

Demikian pula dalam mengasuh anak, penekanan pada pentingnya integritas dan nilai-nilai moral menjadi landasan dalam membesarkan individu yang berprinsip dan bertanggung jawab. Dia sering menekankan pentingnya memimpin dengan memberi contoh baik dalam bisnis maupun kehidupan. 

Sebagai orang tua, kita adalah teladan pertama dan paling berpengaruh bagi anak-anak kita. Prinsip integritas, kejujuran, dan perilaku etis Buffett dapat diterjemahkan ke dalam pola asuh dengan menunjukkan nilai-nilai dan perilaku yang ingin kita tanamkan pada anak-anak kita.

Baca Juga: Belum Terlambat untuk Bisa Kaya Seperti Warren Buffett, Ini 5 Langkahnya

2. ​Jangan ragu berinvestasi di bidang pendidikan​

Warren Buffett adalah pendukung kuat pembelajaran seumur hidup dan investasi dalam pendidikan. 

Dia pernah berkata, "Investasi terbaik yang dapat Anda lakukan adalah pada diri Anda sendiri." 

Prinsip ini berlaku tidak hanya pada investasi finansial tetapi juga pada pertumbuhan pribadi dan intelektual, termasuk pendidikan. 

Orang tua dapat menerapkan pembelajaran ini dengan memprioritaskan pendidikan anak-anaknya dan memberikan mereka kesempatan untuk belajar dan berkembang. Hal ini tidak hanya mencakup pendidikan formal tetapi juga mendorong rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan kreativitas.




TERBARU

[X]
×