WHO awasi kemunculan varian virus corona baru bernama Mu

Rabu, 01 September 2021 | 10:16 WIB Sumber: Channel News Asia
WHO awasi kemunculan varian virus corona baru bernama Mu

ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona di area Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (23/8/2021).


KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengawasi secara khusus varian virus corona baru yang diberi nama 'Mu'. Varian Mu ini pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada bulan Januari lalu.

Dilansir dari Channel News Asia, varian Mu secara ilmiah disebut sebagai B.1.621 dan telah diklasifikasikan ke dalam "varian of interest" oleh WHO pada hari Selasa (31/8) melalui buletin mingguannya.

Setelah terdeteksi di Kolombia, Mu telah dilaporkan di negara-negara Amerika Selatan lainnya dan di Eropa.

Laporan WHO menyebut bahwa varian ini memiliki mutasi yang menunjukkan kemampuan resistensi terhadap vaksin. Setelah ini penelitian lebih lanjut akan segera dilakukan untuk lebih memahaminya.

Dalam buletin mingguannya, WHO menjelaskan bahwa varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lari dari sistem imun.

Baca Juga: Varian baru virus corona kembali terlacak di Afrika Selatan

Masuknya varian Mu ke dalam kategori dengan perhatian khusus dari WHO ini jelas menimbulkan kekhawatiran baru di tengah merebaknya varian Delta yang lebih menular.

Semua virus yang ada, termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, pada dasarnya akan selalu bermutasi dari waktu ke waktu.

Mutasi tertentu dapat memengaruhi sifat virus dan memengaruhi seberapa mudah virus itu menyebar, serta tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

Yang paling dikhawatirkan adalah mutasi yang menyebabkan virus menjadi lebih tahan terhadap vaksin, obat-obatan, dan tindakan pencegahan lainnya.

WHO sejauh ini telah mengidentifikasi empat varian Covid-19 yang menjadi perhatian, yakni Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Saat ini lima varian baru, termasuk MU, sedang dalam pantauan khusus WHO.

Selanjutnya: WHO: Kematian akibat Covid-19 di Eropa bisa bertambah 236.000 orang dalam 3 bulan

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru