kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

WHO: Dampak pandemi corona akan terasa selama beberapa dekade


Jumat, 31 Juli 2020 / 22:15 WIB
WHO: Dampak pandemi corona akan terasa selama beberapa dekade
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers tentang situasi terkini pandemi virus corona (COVID-2019) di Jenewa, Swiss, 28 Februari 2020.

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, wabah global virus corona baru adalah jenis bencana yang pengaruhnya akan berlangsung jauh di masa depan.

"Pandemi adalah krisis kesehatan sekali dalam seabad, yang dampaknya akan terasa selama beberapa dekade mendatang," kata Tedros dalam pertemuan Komite Darurat WHO, Jumat (31/7), seperti dikutip Reuters.

Pandemi virus corona telah menewaskan lebih dari 670.000 orang sejak bermunculan di Kota Wuhan, China, dengan lebih dari 17 juta kasus terkonfirmasi di seluruh dunia.

Amerika Serikat, Brasil, Meksiko dan Inggris sangat terpukul dalam beberapa minggu terakhir oleh penyakit Covid-19. Negara-negara itu telah berjuang untuk menghasilkan respons yang efektif terhadap pandemi virus corona.

Baca Juga: Peringatan! WHO: Pandemi corona akan menjadi satu gelombang besar

Ekonomi telah dihantam oleh pembatasan dan penguncian untuk membatasi penyebaran virus corona. Sementara banyak negara yang khawatir akan gelombang kedua infeksi mematikan tersebut.

Saat ini, lebih dari sekitar 150 perusahaan farmasi sedang mengerjakan vaksin virus corona, meski penggunaan pertamanya tidak dapat diharapkan sampai awal 2021, WHO mengatakan pekan lalu.

Walaupun pengetahuan tentang virus corona baru telah berkembang, Tedros menyebutkan, banyak pertanyaan tetap tidak terjawab dan populasi di dunia tetap rentan.

"Hasil awal dari penelitian serologi (antibodi) menunjukkan gambaran yang konsisten: sebagian besar orang di dunia tetap rentan terhadap virus ini, bahkan di daerah yang telah mengalami wabah parah," sebutnya.

Baca Juga: WHO: Pandemi corona adalah darurat kesehatan global terburuk yang pernah kami hadapi

"Banyak negara yang percaya mereka telah melewati yang terburuk, sekarang bergulat dengan wabah baru. Beberapa yang kurang terpengaruh dalam minggu-minggu awal sekarang melihat meningkatnya jumlah kasus dan kematian," ujar Tedros.



TERBARU

[X]
×