kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.803   -27,00   -0,16%
  • IDX 8.250   118,21   1,45%
  • KOMPAS100 1.166   20,12   1,76%
  • LQ45 838   8,68   1,05%
  • ISSI 294   5,69   1,97%
  • IDX30 434   3,54   0,82%
  • IDXHIDIV20 518   -0,72   -0,14%
  • IDX80 130   2,10   1,64%
  • IDXV30 142   0,90   0,64%
  • IDXQ30 140   -0,13   -0,09%

WHO: Delta bisa bereplikasi lebih cepat dan lebih menular selama tahap awal infeksi


Rabu, 21 Juli 2021 / 13:20 WIB
WHO: Delta bisa bereplikasi lebih cepat dan lebih menular selama tahap awal infeksi
ILUSTRASI. Sebuah studi dari Kanada yang menganalisis data lebih dari 200.000 kasus COVID-19 menunjukkan peningkatan virulensi atau keganasan varian Delta dibandingkan dengan non-VOC. REUTERS/Denis Balibouse.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Sedang temuan awal dari sebuah penelitian di Inggris, yang mengukur antibodi dalam kohort 112 individu yang terinfeksi varian Delta, Beta, atau Alpha dengan mutasi S:484K, menunjukkan penurunan titer netralisasi secara signifikan (2,5-5 kali lipat) dalam serum.

"Berdasarkan perkiraan keunggulan transmisi, varian Delta akan cepat mengungguli varian lainnya dan menjadi varian yang beredar dominan selama beberapa bulan mendatang," ungkap WHO.

Hanya, sebuah studi pemodelan baru-baru ini mensimulasikan efek intervensi non-farmasi (NPI) dalam konteks memperluas cakupan vaksinasi dan dominasi varian Delta di Jerman, sambil memperhitungkan faktor usia dan aktivitas perjalanan. 

"Para penulis studi menyatakan, implementasi NPI yang tepat waktu dikombinasikan dengan masker dan pengujian akan sangat mengurangi kemungkinan lonjakan infeksi lebih lanjut," sebut WHO.

Selanjutnya: Varian Delta menyebar, China laporkan kasus harian tertinggi COVID-19 sejak Januari




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×