kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

WHO: Meski Tidak Terlalu Parah, Varian Omicron Tak Boleh Dikategorikan Sebagai Ringan


Sabtu, 08 Januari 2022 / 09:20 WIB
ILUSTRASI. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan, meskipun tidak terlalu parah dibanding Delta, terutama pada mereka yang divaksinasi, tidak berarti Omicron harus dikategorikan sebagai ringan. REUTERS/Denis Balibouse.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Varian Omicron yang lebih menular tampaknya menyebabkan penyakit yang lebih ringan dari Delta, tapi tak boleh dikategorikan sebagai ringan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menegaskan pada Kamis (6/1).

Janet Diaz, Pimpinan WHO untuk Manajemen Klinis, mengatakan, studi awal menunjukkan, ada penurunan risiko rawat inap dari varian Omicron, yang pertama kali teridentifikasi di Selatan Afrika dan Hong Kong pada November tahun lalu, dibanding Delta.

"Tampaknya, juga ada penurunan risiko keparahan pada orang yang lebih muda dan lebih tua," katanya pada konferensi pers dari kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan tentang pengurangan risiko penyakit parah berpadu dengan data lain, termasuk studi dari Afrika Selatan dan Inggris, meskipun Diaz tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang studi atau usia kasus yang dianalisis.

Baca Juga: Varian Omicron Menyebar Cepat bak Kilat, Muncul Gejala Baru yang Aneh Ini

Dampak pada orangtua adalah salah satu pertanyaan besar yang belum terjawab tentang varian Omicron, karena sebagian besar kasus yang dipelajari sejauh ini terjadi pada orang yang lebih muda.

"Meskipun Omicron tampaknya tidak terlalu parah dibanding Delta, terutama pada mereka yang divaksinasi, itu tidak berarti Omicron harus dikategorikan sebagai ringan," kata Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers yang sama.

"Sama seperti varian sebelumnya, Omicron bisa menyebabkan orang dirawat di rumah sakit dan meninggak," tegasnya, seperti dilansir Reuters.

Dia memperingatkan "tsunami" kasus ketika infeksi global melonjak ke rekor tertinggi yang dipicu oleh varian Omicron dan Delta, sistem perawatan kesehatan kewalahan, dan pemerintah berjuang untuk menjinakkan virus corona.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×