kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

WHO: Omicron Masih Timbulkan Risiko yang Sangat Tinggi


Kamis, 30 Desember 2021 / 08:13 WIB
WHO: Omicron Masih Timbulkan Risiko yang Sangat Tinggi
ILUSTRASI. WHO memperingatkan pada Rabu (29/12/2021), varian Omicron masih menimbulkan risiko yang sangat tinggi. REUTERS/Denis Balibouse


Sumber: The Straits Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pada Rabu (29/12/2021), varian Omicron masih menimbulkan risiko yang "sangat tinggi" dan dapat membanjiri sistem perawatan kesehatan. Pasalnya, varian virus corona yang sangat menular ini memicu rekor wabah di banyak negara.

Melansir The Straits Times yang mengutip AFP, jumlah kasus telah melonjak 11% secara global di sepanjang minggu lalu. Kondisi itu memaksa pemerintah dari China, Jerman hingga Prancis untuk menemukan keseimbangan yang sulit antara pembatasan anti-virus dan kebutuhan menjaga ekonomi dan masyarakat tetap terbuka.

Jumlah kasus baru tertinggi dilaporkan dari AS, Inggris, Prancis, dan Italia.

Belanda dan Swiss mengatakan Omicron telah menjadi jenis yang dominan di negara mereka. Sementara, beberapa penelitian menunjukkan, Omicron menyebabkan Covid-19 yang lebih ringan. Kendati demikian, WHO mendesak agar masyarakat dunia berhati-hati.

Baca Juga: Masa Inkubasi 3 Hari, Ini Gejala Covid-19 Omicron yang Banyak Terjadi

"Risiko keseluruhan terkait varian baru yang menjadi perhatian Omicron tetap sangat tinggi," kata badan kesehatan PBB itu dalam pembaruan epidemiologi mingguan Covid-19.

“Bukti yang konsisten menunjukkan bahwa varian Omicron memiliki keunggulan pertumbuhan dibandingkan varian Delta dengan waktu dua kali lipat dari dua hingga tiga hari.”

WHO mengatakan, data awal dari Inggris, Afrika Selatan, dan Denmark - yang saat ini memiliki tingkat infeksi per orang tertinggi di dunia - menunjukkan ada pengurangan risiko rawat inap untuk Omicron dibandingkan dengan Delta.

Baca Juga: Kasus Positif Bertambah Jadi 68 Orang, Ini Masker untuk Cegah Covid-19 Omicron

Tetapi ia menambahkan bahwa data lebih lanjut diperlukan untuk memahami tingkat keparahan Omicron.

"Dan terlepas dari penelitian tersebut, pertumbuhan cepat Omicron masih akan mengakibatkan sejumlah besar rawat inap, terutama di antara kelompok yang tidak divaksinasi, dan menyebabkan gangguan luas pada sistem kesehatan dan layanan penting lainnya," jelas Manajer Insiden Covid WHO Eropa Catherine Smallwood.




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×