kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

WHO: Sangat Tidak Mungkin Omicron akan Menjadi Varian Terakhir


Sabtu, 08 Januari 2022 / 18:38 WIB
ILUSTRASI. WHO menegaskan, sangat tidak mungkin Omicron akan menjadi varian terakhir dari virus corona. REUTERS/Denis Balibouse.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Pertama, mutasi yang dimilikinya. Virus bisa menempel pada sel manusia dengan lebih mudah. ​​Ia memiliki mutasi yang memungkinkannya melakukan itu. 

Kedua, manusia memiliki apa yang disebut pelarian imun. Ini berarti, orang bisa terinfeksi ulang, baik jika mereka terinfeksi sebelumnya ataupun telah divaksinasi.

Ketiga, replikasi Omicron ada di saluran pernapasan bagian atas manusia, dan itu berbeda dari Delta dan varian lainnya, termasuk strain asli yang ada di saluran pernapasan bagian bawah, di paru-paru. 

"Jadi, kombinasi faktor ini memungkinkan virus menyebar lebih mudah," kata Van Kerkhove.

Hanya, berdasarkan data sejumlah negara dan beberapa penelitian, Van Kerkhove, risiko terkena penyakit parah atau memerlukan rawat inap akibat terpapar varian Omicron lebih kecil dibanding Delta. 

"Bukan berarti penyakitnya ringan. Tapi, kalau terinfeksi, kemungkinan perlu rawat inap lebih kecil," tegas dia.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×