kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 18.010   3,00   0,02%
  • IDX 6.142   33,77   0,55%
  • KOMPAS100 810   8,96   1,12%
  • LQ45 618   9,83   1,62%
  • ISSI 211   -0,32   -0,15%
  • IDX30 350   6,27   1,83%
  • IDXHIDIV20 437   8,24   1,92%
  • IDX80 93   1,12   1,22%
  • IDXV30 118   0,75   0,64%
  • IDXQ30 113   2,28   2,06%

WHO Sebut Dunia Semakin Buta terhadap Pola Penularan Virus Corona, Kenapa?


Rabu, 27 April 2022 / 13:58 WIB
ILUSTRASI. Pekerja dengan alat pelindung diri mengambil swab dari warga saat tes Covid-19 di sebuah lapangan kompleks perumahan di Beijing, China, Senin (21/3/2022). REUTERS/Xiaoyu Yin.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA/LONDON. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Selasa (26/4) mendesak negara-negara untuk mempertahankan pengawasan terhadap Covid-19. Sebab, dunia buta tentang bagaimana virus corona menyebar karena penurunan tingkat pengujian.

"Karena banyak negara mengurangi pengujian, WHO semakin sedikit menerima informasi tentang penularan dan urutannya," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di markas besar WHO di Jenewa, Swiss, seperti dikutip Reuters.

"Ini membuat kita semakin buta terhadap pola penularan dan evolusi (virus corona)," tegasnya.

Baca Juga: Waspada! Wabah yang Tidak Diketahui Asalnya Ini Sedang Menyerang Anak-Anak di Eropa

Bill Rodriguez, Chief Executive FIND, kelompok bantuan global yang bekerja dengan WHO untuk memperluas akses ke tes Covid-19, mengungkapkan, "tingkat pengujian anjlok 70% hingga 90%".

“Kita memiliki kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengetahui apa yang terjadi. Namun hari ini, karena pengujian telah menjadi korban pertama dari keputusan global untuk menurunkan kewaspadaan, kita menjadi buta terhadap apa yang terjadi dengan virus ini,” ungkapnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×