kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

WHO umumkan obat penyelamat nyawa untuk pasien Covid-19 yang sakit parah


Kamis, 08 Juli 2021 / 07:25 WIB
ILUSTRASI. WHO telah menambahkan penghambat reseptor interleukin-6 untuk pasien Covid-19 yang sakit parah. Fabrice Coffrini/Pool via REUTERS


Sumber: Al Jazeera | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Saat ini, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tengah mengupayakan untuk menghapus perlindungan paten pada vaksin Covid-19 untuk meningkatkan akses bagi negara-negara miskin. Ada pula seruan untuk menghilangkan hambatan terkait hak atas kekayaan intelektual pada obat-obatan yang penting untuk pengobatan efektif virus corona yang parah.

Tocilizumab termasuk dalam kelas obat yang disebut antibodi monoklonal (mAbs) yang digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit termasuk radang sendi dan kanker, dan diproduksi oleh raksasa farmasi Swiss, Roche. Produsen ini menjual obat di bawah nama merek Actemra.

Mengikuti rekomendasi WHO, Doctors without Borders (dikenal dengan inisial bahasa Prancisnya, MSF) mendesak Roche untuk menurunkan harga obat agar lebih terjangkau dan dapat diakses, dan berbagi pengetahuan, lini sel induk, dan teknologi untuk memungkinkan produsen lain di dunia untuk memproduksi obat juga.

Baca Juga: Ini obat terapi Covid-19 untuk isolasi mandiri bagi OTG dan gejala ringan

“Obat ini dapat menjadi penting untuk merawat orang dengan kasus COVID-19 yang kritis dan parah serta mengurangi kebutuhan akan ventilator dan oksigen medis yang sumbernya semakin langka di banyak tempat,” Julien Potet, penasihat kebijakan penyakit tropis yang terabaikan di Kampanye Akses MSF, mengatakan dalam sebuah pernyataan. 

“Roche harus berhenti mengikuti pendekatan bisnis seperti biasa dan mengambil langkah-langkah mendesak untuk membuat obat ini dapat diakses dan terjangkau oleh semua orang yang membutuhkannya dengan mengurangi harga dan mentransfer teknologi, pengetahuan, dan lini sel ke produsen lain. Terlalu banyak nyawa yang dipertaruhkan,” tegasnya.

Selanjutnya: Jaga daya tahan tubuh, ini makanan yang harus dikonsumsi selama pandemi ala WHO




TERBARU

[X]
×