kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

WNI Boleh Iri, Ini Rencana Kebijakan Baru Pemerintah Singapura untuk Warganya


Senin, 24 Agustus 2026 / 16:28 WIB
WNI Boleh Iri, Ini Rencana Kebijakan Baru Pemerintah Singapura untuk Warganya
ILUSTRASI. WNI Boleh Iri, Ini Rencana Kebijakan Baru Pemerintah Singapura untuk Warganya


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan sejumlah kebijakan baru untuk memperkuat dukungan bagi keluarga sekaligus mempersiapkan negara menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan dalam jangka panjang.

Kebijakan tersebut disampaikan Wong dalam pidato National Day Rally 2026 di Institute of Technical Education (ITE) Headquarters, Ang Mo Kio, Minggu (23/8/2026).

Wong mengatakan Singapura akan memanfaatkan teknologi baru dengan tetap memastikan keamanan dan kendali manusia. Di saat yang sama, pemerintah akan memberikan dukungan lebih besar kepada keluarga dan terus melakukan pembangunan jangka panjang.

Menurut Wong, berbagai agenda tersebut merupakan bagian dari misi yang lebih besar untuk menjaga Singapura tetap dipercaya, relevan dan tangguh di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat.

Berikut 10 poin penting yang disampaikan PM Lawrence Wong dalam National Day Rally 2026:

1. Dukungan finansial anak diperbesar

Pemerintah Singapura akan mengubah pendekatan dalam memberikan dukungan finansial kepada keluarga. Jika sebelumnya sebagian besar bantuan diberikan ketika anak lahir dan nilainya berbeda berdasarkan urutan kelahiran, ke depan dukungan akan diberikan lebih konsisten hingga anak tumbuh dewasa.

Setiap bayi warga negara Singapura akan memperoleh Baby Gift sebesar 10.000 dollar Singapura, MediSave Grant sebesar 5.000 dollar Singapura, serta Child Development Account (CDA) dengan hibah awal 5.000 dollar Singapura dan tambahan matching grant hingga 5.000 dollar Singapura.

Setelah itu, setiap anak akan memperoleh Child Credits sebesar 2.000 dollar Singapura per tahun sejak usia 1 hingga 16 tahun.

Pemerintah juga memberikan tambahan dana Edusave setiap tahun selama anak berada di sekolah dasar dan menengah. Ketika berusia 17 tahun, anak akan memperoleh tambahan 10.000 dollar Singapura ke Post-Secondary Education Account.

Jika dihitung secara keseluruhan, setiap anak warga negara Singapura akan menerima hampir 70.000 dollar Singapura, atau sekitar Rp 975 juta, dalam bentuk dukungan finansial langsung hingga mereka tumbuh dewasa.

Pemerintah juga akan menyederhanakan berbagai skema yang selama ini digunakan untuk membantu keluarga sehingga dukungan tidak terlalu terpusat pada saat kelahiran anak.

Baca Juga: Dolar Diperdagangkan Mendekati Level Terendah, Tertekan kekhawatiran Utang

2. Cuti pengasuhan anak diperpanjang

Singapura juga akan memperpanjang hak childcare leave bagi orangtua yang bekerja.

Ke depan, setiap orangtua berhak mendapatkan delapan hari cuti per tahun jika memiliki satu anak warga negara Singapura berusia maksimal 12 tahun.

Jumlahnya meningkat menjadi 10 hari jika memiliki dua anak dan 12 hari jika memiliki tiga anak atau lebih yang berusia maksimal 12 tahun.

Saat ini, orangtua memperoleh enam hari cuti apabila anak termudanya berusia enam tahun atau lebih muda dan dua hari apabila anak termuda berusia tujuh hingga 12 tahun.

Dengan aturan baru, orangtua dengan tiga anak usia sekolah dapat memperoleh total 24 hari childcare leave per tahun untuk kedua orangtua.

Pemerintah juga akan menanggung biaya seluruh cuti terkait anak yang diwajibkan undang-undang, hingga batas penggantian biaya yang berlaku.

Baca Juga: Thailand Bentuk Otoritas Khusus Data Center, Investasi Tembus US$ 3 Miliar

3. Biaya penitipan anak dan bayi dipangkas

Pemerintah menargetkan biaya penitipan anak penuh waktu di pusat prasekolah yang mendapat dukungan pemerintah turun menjadi 150 dollar Singapura per bulan.

Sementara biaya penitipan bayi atau infant care ditargetkan menjadi 300 dollar Singapura per bulan.

Kebijakan tersebut nantinya berlaku bagi seluruh anak warga negara Singapura tanpa melihat tingkat pendapatan keluarga.

Saat ini, keluarga dengan pendapatan di atas batas tertentu masih dapat membayar hampir 600 dollar Singapura per bulan untuk penitipan anak penuh waktu dan lebih dari 1.000 dollar Singapura untuk penitipan bayi.

Penurunan biaya akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah terlebih dahulu akan memperluas jaringan operator prasekolah yang mendapat dukungan pemerintah dengan target biaya baru tersebut dapat dicapai dalam beberapa tahun mendatang. Keluarga berpendapatan rendah tetap memperoleh subsidi tambahan.

4. Batas penghasilan pembeli rumah BTO dinaikkan

Pemerintah Singapura menaikkan batas pendapatan rumah tangga untuk membeli rumah melalui skema Build-To-Order (BTO).

Batas pendapatan rumah tangga untuk BTO naik dari 14.000 dollar Singapura menjadi 16.000 dollar Singapura per bulan.

Sementara batas pendapatan untuk membeli Executive Condominium (EC) naik dari 16.000 dollar Singapura menjadi 18.000 dollar Singapura per bulan.

Perubahan tersebut ditujukan untuk mengakomodasi pasangan yang menikah pada usia lebih tua sehingga ketika mulai membeli rumah, pendapatan mereka sudah melampaui batas sebelumnya.

Untuk keluarga yang baru pertama kali membeli rumah dan memiliki anak, pemerintah juga akan memberikan satu tambahan kesempatan dalam undian untuk setiap anak yang dimiliki atau sedang dinantikan kelahirannya.

Kebijakan tambahan kesempatan undian tersebut mulai berlaku pada penjualan rumah BTO Februari 2027.

Tonton: Vietnam Pangkas PPh 30% Demi Ringankan Beban Pengusaha Kecil

5. Media sosial diminta memperketat pemeriksaan usia

Pemerintah Singapura akan mewajibkan platform media sosial menerapkan mekanisme age assurance yang lebih kuat untuk melindungi anak-anak.

Wong menilai sistem saat ini yang banyak mengandalkan pengguna untuk menyatakan sendiri usianya tidak cukup efektif.

Pemerintah akan mendorong perlindungan yang lebih kuat sejak tahap desain platform. Jika perlindungan yang diberikan suatu platform masih dianggap tidak memadai, Singapura bahkan membuka kemungkinan menerapkan

pembatasan tambahan, termasuk menaikkan batas usia minimum penggunaan platform di atas 13 tahun.

Rincian persyaratan baru mengenai pemeriksaan usia akan diumumkan pemerintah Singapura secara lebih lanjut.

6. Singapura dorong koalisi untuk penggunaan AI yang aman

Wong juga menegaskan Singapura tidak akan menerima perkembangan kecerdasan buatan (AI) secara membabi buta.

Menurut dia, AI menawarkan peluang besar untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan berbagai kesempatan baru. Namun, perkembangan teknologi tersebut juga membawa risiko apabila tidak disertai perlindungan yang memadai.

Karena itu, Singapura akan mendorong kerja sama antara negara dan perusahaan untuk membangun koalisi yang berfokus pada penggunaan AI secara aman.

Prinsip pemerintah Singapura adalah memanfaatkan teknologi baru, tetapi tetap mengantisipasi risikonya, membangun perlindungan yang sesuai dan memastikan manusia tetap memegang kendali.

7. Kendaraan otonom akan diperluas secara bertahap

Singapura juga akan memperluas penggunaan kendaraan otonom atau autonomous vehicles (AV) setelah teknologi tersebut terbukti aman dan dapat diandalkan.

Wong mengatakan uji coba kendaraan otonom di Punggol mendapat respons positif dari masyarakat. Warga bahkan menginginkan lebih banyak rute, titik penjemputan dan layanan dengan jam operasional yang lebih panjang.

Kebutuhan terhadap teknologi tersebut juga muncul karena Singapura menghadapi tantangan dalam merekrut pengemudi bus. Sementara itu, tenaga kerja pengemudi taksi semakin menua.

Meski demikian, pemerintah tidak akan terburu-buru memperluas penggunaan kendaraan otonom. Keselamatan menjadi prioritas dan adopsi teknologi tidak akan dilakukan lebih cepat daripada kemampuan pemerintah membantu pengemudi yang terdampak perubahan tersebut.

8. Batas pemutaran film berbahasa dialek dihapus

Singapura akan menghapus pembatasan pemutaran film yang menggunakan bahasa dialek.

Namun, film tersebut tetap harus menampilkan teks bahasa Mandarin serta menyediakan versi sulih suara dalam bahasa Mandarin.

Pedoman baru tersebut dijadwalkan berlaku mulai September 2026.

Wong mengatakan dialek merupakan bagian dari warisan budaya Singapura yang perlu dipertahankan. Di sisi lain, pemerintah tetap akan mempertahankan kebijakan bilingual dan mendorong penggunaan bahasa Mandarin.

9. Singapura siapkan pulau baru di barat

Dalam beberapa dekade mendatang, Singapura berencana menggabungkan sejumlah pulau di selatan Jurong Island menjadi satu pulau yang lebih besar.

Kawasan tersebut mencakup Pulau Semakau, lokasi tempat pembuangan sampah lepas pantai Singapura, Pulau Bukom yang menjadi lokasi kilang minyak pertama Singapura, Pulau Sudong serta sejumlah pulau kecil lainnya.

Pulau baru tersebut tidak hanya ditujukan untuk industri petrokimia. Pemerintah juga menyiapkan kawasan tersebut untuk industri generasi baru, termasuk fasilitas manufaktur maju dan infrastruktur pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan Singapura di masa depan.

Pemerintah juga akan meningkatkan kawasan pantai dan tepi laut Sentosa serta memperkuat konektivitas antara Sentosa dan Pulau Brani.

Tonton: Karhutla Makin Sulit Dipadamkan, BNPB Ungkap Sumber Air Mulai Menyusut

10. Terowongan bawah laut Pulau Tekong masih dikaji

Pemerintah Singapura tengah mengkaji kelayakan pembangunan terowongan bawah laut yang menghubungkan Pulau Tekong dengan daratan utama.

Rencana tersebut muncul karena pembangunan jembatan ke Pulau Tekong akan berhadapan dengan jalur pelayaran yang sibuk. Karena itu, pemerintah mempertimbangkan solusi berupa terowongan bawah laut.

Selain itu, Singapura berencana melakukan reklamasi lebih lanjut di bagian selatan Pulau Tekong. Proyek tersebut akan menambah area pelatihan bagi Singapore Armed Forces (SAF).

Setelah kebutuhan SAF terpenuhi, pemerintah memperkirakan masih tersedia sekitar 500 hektare lahan untuk penggunaan sipil pada masa depan.

Wong menegaskan seluruh proyek jangka panjang tersebut membutuhkan waktu puluhan tahun untuk diselesaikan. Menurut dia, generasi sebelumnya telah membangun Jurong Island jauh sebelum potensi kawasan tersebut terlihat.

Kini, generasi Singapura saat ini juga harus melakukan perencanaan dan pembangunan untuk kepentingan generasi berikutnya.
Fokus Singapura hadapi perubahan

Berbagai kebijakan yang diumumkan Wong menunjukkan dua fokus besar pemerintah Singapura, yakni memperkuat dukungan terhadap keluarga dan mempersiapkan negara menghadapi perubahan teknologi serta kebutuhan jangka panjang.

Di sektor keluarga, pemerintah meningkatkan bantuan finansial, memperpanjang cuti pengasuhan, menekan biaya prasekolah dan memperluas akses perumahan.

Sementara di sektor teknologi dan pembangunan, Singapura memperketat perlindungan anak di media sosial, mendorong penggunaan AI yang aman, memperluas kendaraan otonom secara bertahap serta menyiapkan infrastruktur dan kawasan baru untuk kebutuhan beberapa dekade mendatang.





Sumber: [https://www.kompas.com/tren/read/2026/08/24/110000065/pidato-pm-singapura--tunjangan-anak-ditambah-cuti-orangtua-diperpanjang?page=all#page2]


 

Istana Bantah Haji Isam Pimpin Pemadaman Karhutla Kalimantan, Ini Penjelasan Mensesneg




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×