kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

World Bank: Pandemi corona bakal pukul pertumbuhan ekonomi Asia


Selasa, 31 Maret 2020 / 12:01 WIB
ILUSTRASI. Warga mengenakan masker di Hong Kong. World Bank memperkirakan bahwa pandemi corona bakal pukul pertumbuhan ekonomi Asia. REUTERS/Tyrone Siu


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. World Bank memproyeksi pandemi virus corona akan memperlambat pertumbuhan dengan cukup signifikan di negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik. 

Dilansir dari Reuters, dalam pembaruan ekonominya World Bank melihat perlambatan ekonomi itu juga akan terjadi.

Baca Juga: Lockdown dan panic buying di berbagai negara bisa mengguncang ketahanan pangan global

World Bank memperkirakan target pertumbuhan ekonomi sebelumnya sulit dicapai. Mengingat situasi yang berubah dengan cepat. 

Kendati demikian secara garis besar, pertumbuhan di negara-negara berkembang di kawasan tersebut melambat menjadi 2,1% pada tahun 2020. Bahkan bisa mencapai -0,5% dalam skenario kasus yang lebih rendah, dibandingkan dengan Diperkirakan pertumbuhan 5,8% pada 2019.

Di China, di mana wabah virus corona muncul pada akhir Desember lalu, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melambat menjadi 2,3% dalam skenario baseline. Bahkan serendah 0,1% dalam skenario kasus rendah, dibandingkan dengan pertumbuhan 6,1% pada 2019.

“Wilayah itu menghadapi kombinasi yang tidak biasa dari peristiwa yang saling mengganggu dan saling menguatkan. Kesulitan ekonomi yang signifikan tampaknya tidak dapat dihindari di semua negara," kata laporan itu.

Baca Juga: Tengah panas, Taiwan: Militer kita siap menghadapi serangan apapun dari China

Negara-negara di kawasan tersebut harus berinvestasi dalam kapasitas perawatan kesehatan dan mengambil langkah-langkah fiskal yang ditargetkan. Misalnya memberikan subsidi untuk pembayaran pasien positif corona dan perawatan kesehatan. 




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×