kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.687   6,00   0,03%
  • IDX 6.500   -34,69   -0,53%
  • KOMPAS100 862   -4,58   -0,53%
  • LQ45 654   -4,85   -0,74%
  • ISSI 225   0,19   0,08%
  • IDX30 363   -2,92   -0,80%
  • IDXHIDIV20 453   -4,56   -1,00%
  • IDX80 98   -0,52   -0,53%
  • IDXV30 126   -0,48   -0,38%
  • IDXQ30 117   -0,99   -0,84%

Wrexham Milik Ryan Reynolds Tersandung Masalah Izin Pembangunan


Selasa, 15 September 2026 / 08:40 WIB
Wrexham Milik Ryan Reynolds Tersandung Masalah Izin Pembangunan
ILUSTRASI. Sepak bola liga Inggris (Action Images via Reuters/Andrew Boyers)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Wrexham, klub sepak bola Inggris milik aktor Hollywood Ryan Reynolds dan Rob McElhenney, mendapat teguran dari pemerintah daerah karena melanggar izin penggunaan lahan.

Wrexham telah menyelesaikan pembangunan kembali fasilitas tim utama di Colliers Park, Gresford. Namun, ketika pekerjaan dilakukan, izin perencanaan dari otoritas setempat ternyata belum diberikan.

Klub baru mengajukan permohonan izin pada Agustus, ketika bangunan paviliun di fasilitas tersebut sudah hampir selesai.

Baca Juga: Chelsea Segera Berganti Pemilik, Boehly dan Walter Jual Saham ke Clearlake

Dewan Lokal Kritik Wrexham

Langkah Wrexham tersebut mendapat kritik dari Gresford Community Council. Mike Morris, ketua komite perencanaan dewan komunitas setempat, mempertanyakan keputusan klub yang menjalankan proyek terlebih dahulu kemudian mengajukan permohonan izin secara retrospektif.

Morris menilai Wrexham seharusnya mengikuti prosedur yang berlaku seperti pihak lain yang ingin melakukan pembangunan.

“Saya berharap orang-orang [Wrexham] menyelesaikan urusannya dan tidak mengajukan permohonan retrospektif hanya karena hal itu sesuai dengan keinginan mereka. Pada akhirnya, itulah yang terjadi,” kata Morris, dikutip dari Diario AS.

Ia memahami bahwa perkembangan Wrexham dalam beberapa tahun terakhir mendapat perhatian positif dari masyarakat. Namun, menurutnya, kesuksesan klub bukan alasan untuk mengabaikan prosedur pembangunan.

“Anda ingin melakukannya pada musim panas, dan Anda tahu bahwa Anda mendapatkan hasil yang bagus. Anda juga tahu bahwa klub sepak bola ini berjalan dengan sangat baik. Kami semua mengapresiasi itu, tetapi itu bukan alasan untuk tidak mengikuti prosedur dengan benar,” ujarnya.

Morris juga menegaskan bahwa permohonan izin yang diajukan setelah pembangunan dilakukan tetap akan diperlakukan seperti permohonan retrospektif lainnya.

Baca Juga: Bedah Strategi Transfer Chelsea yang Berbuah Rekor, Raup Lebih dari Rp11 Triliun

Wrexham Akui Kesalahan dan Minta Maaf

Wrexham akhirnya mengakui bahwa proses pembangunan fasilitas latihan tersebut tidak berjalan sesuai prosedur.

Chief Strategy Officer Wrexham, Aidan Miller, menyampaikan permintaan maaf kepada komite perencanaan dan masyarakat sekitar.

Miller juga menjelaskan bahwa klub telah berupaya meminimalkan dampak pembangunan terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar Colliers Park.

Masalah tersebut menjadi persoalan terbaru bagi Wrexham di luar lapangan. Klub yang mengalami perkembangan pesat sejak diambil alih Reynolds dan McElhenney itu kini juga sedang menghadapi tantangan di kompetisi Championship.

Performa Sedang Ada di Fase Buruk

Situasi Wrexham tidak hanya bermasalah di luar lapangan. Performa tim juga sedang menjadi perhatian setelah mereka mengalami kekalahan telak 0-6 dari West Ham.

Hasil tersebut menjadi kekalahan terbesar Wrexham sejak klub diambil alih oleh Reynolds dan McElhenney.

Di Championship atau kasta kedua liga Inggris, posisi Wrexham juga belum aman. Setelah menjalani tujuh pertandingan, mereka hanya berjarak tiga poin dari zona degradasi.

Sejak kedatangan Reynolds dan McElhenney, klub asal Wales tersebut mengalami perkembangan pesat hingga mampu mencapai Championship. Kini, Wrexham harus menghadapi dua persoalan sekaligus.

Baca Juga: Liverpool Jadi Klub dengan Skuad Termahal, Nilainya Tembus Rp25 Triliun




TERBARU

[X]
×