kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Xi Jinping: China Sedih Melihat Api Perang Menyala Kembali di Eropa


Selasa, 08 Maret 2022 / 20:19 WIB
ILUSTRASI. Dalam pernyataan terkuatnya hingga saat ini tentang konflik Rusia dan Ukraina, Presiden Xi Jinping mengatakan, China sedih melihat api perang menyala kembali di Eropa.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Presiden China Xi Jinping pada Selasa (8/3) menyerukan "pengendalian maksimum" di Ukraina. Dan, dalam pernyataan terkuatnya hingga saat ini tentang konflik Rusia dan Ukraina, dia mengatakan, China "sedih melihat api perang menyala kembali di Eropa".

Xi, berbicara dalam pertemuan virtual dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz, menyebutkan, ketiga negara harus bersama-sama mendukung pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina, CCTV melaporkan, seperti dikutip Reuters.

Presiden China menggambarkan situasi di Ukraina sebagai "mengkhawatirkan" dan menyatakan, prioritas harus mencegah kondisi di negara itu meningkat atau "berputar di luar kendali".

Baca Juga: Invasi Hari ke-13, Rusia Lakukan Gencatan Senjata di 4 Kota Ukraina

Dia juga mengatakan, Prancis dan Jerman harus melakukan upaya untuk mengurangi dampak negatif dari krisis. Sekaligus menyatakan keprihatinan tentang dampak sanksi terhadap stabilitas keuangan global, pasokan energi, transportasi, dan rantai pasokan.

China, yang telah menolak untuk mengutuk tindakan Rusia di Ukraina atau menyebutnya sebagai invasi, berulang kali menyatakan penentangannya terhadap apa yang mereka gambarkan sebagai sanksi ilegal terhadap Rusia.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×