kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   0,00   0,00%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Xi Jinping: China Tidak Bisa Begitu Saja Menarik Rem pada Batubara


Jumat, 11 Maret 2022 / 15:12 WIB
ILUSTRASI. Nelayan membawa hasil tangkapan dari danau di depan pembangkit listrik berbahan bakar batubara milik State Development and Investment Corporation (SDIC) di luar Tianjin, China, 14 Oktober 2021. REUTERS/Thomas Peter.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Jin Penghui, delegasi CPPCC lainnya, menyerukan, agar dana publik tersedia untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi dari batubara.

Ancaman kekurangan energi terus menyita perhatian para pembuat kebijakan di China, setelah gelombang pemadaman listrik melanda beberapa pusat industri negara itu tahun lalu.

Apalagi, sistem energi bersih China masih belum cukup berkembang untuk menangani keadaan darurat, termasuk cuaca ekstrem, Muyi Yang, analis dari lembaga think-tank lingkungan Inggris, Ember, mengatakan.

Tujuan iklim jangka panjang China tetap tidak berubah, sementara pernyataan baru-baru ini menunjukkan batubara akan bergeser ke "peran pendukung" untuk menjaga keamanan energi, menurut Yang.

Meskipun Beijing masih berkomitmen untuk membawa emisi ke puncaknya sebelum 2030, komentar baru-baru ini dari para pemimpin China menunjukkan pengurangan itu dalam jangka pendek, Li Shuo, penasihat iklim senior Greenpeace mengungkapkan.

"Penekanan yang dihidupkan kembali pada keamanan energi muncul akhir tahun lalu, dan itu akan menjadi lebih kuat sekarang dengan krisis di Ukraina," ungkapnya kepada Reuters.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×