kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Xi Jinping dan Vladimir Putin Semakin Mengeratkan Persahabatan di Beijing


Selasa, 17 Oktober 2023 / 06:18 WIB
Xi Jinping dan Vladimir Putin Semakin Mengeratkan Persahabatan di Beijing
ILUSTRASI. Pada pekan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan perjalanan ke China untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. Sputnik/Pavel Byrkin/Kremlin via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MOSKOW/BEIJING. Pada pekan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan perjalanan ke China untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. Ini akan menjadi perjalanan pertama pemimpin Kremlin tersebut ke luar negeri pada tahun ini.

Melansir Reuters, ada sejumlah hal yang akan menjadi perhatian dunia dalam pertemua dua sahabat ini. Apa saja? 

- Persahabatan makin erat

Baik Putin maupun Xi menunjukkan persahabatan yang erat.  

Asal tahu saja, Putin pernah mengantarkan es krim Rusia – “Eskimo” dan “Plombir” karya Chistaya Liniya – kepada Xi pada hari ulang tahunnya. Sementara Xi adalah satu-satunya pemimpin dunia yang merayakan ulang tahun Putin bersamanya.

Selama kunjungannya ke Rusia pada tahun 2019 ketika kedua pemimpin menandatangani paket kesepakatan perdagangan dan mengagumi panda di kebun binatang Moskow, Xi mengatakan kepada media Rusia: 

"Presiden Putin adalah rekan asing yang paling sering berinteraksi dengan saya. Dia adalah sahabat saya, dan saya sangat menghargai persahabatan kami."

Baca Juga: Jokowi Sudah di Beijing, Ini Sederet Agendanya

Xi juga menganugerahi Putin medali persahabatan pada tahun 2018, dengan mengatakan bahwa "Putin adalah sahabat dekat saya".

Putin mengatakan pada bulan Maret bahwa dia telah mengundang Xi ke apartemen pribadinya di Kremlin. Dia bilang mereka ngobrol di depan api unggun sambil minum teh.

- Pemimpin di bidang pertahanan

Menteri Pertahanan China Li Shangfu tidak terlihat di depan umum selama lebih dari enam minggu. Para pengamat China akan melihat siapa yang akan memimpin pembicaraan dengan para pejabat militer Rusia mengenai kerja sama antar kedua belah pihak.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Li dijatuhi sanksi oleh AS pada tahun 2018 atas kesepakatan senjata yang ia peroleh dengan Rusia pada masa jabatannya sebelumnya. 

Jenderal Liu Zhenli, kepala badan militer yang bertanggung jawab atas operasi tempur dan perencanaan China, muncul sebagai kandidat utama untuk posisi tersebut.

Baca Juga: China Tetap Jadi Negara Utama Asal Impor Non Migas Sepanjang September




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×