kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Vladimir Putin Terima Undangan Xi Jinping, Bakal ke China Bulan Oktober


Rabu, 26 Juli 2023 / 06:50 WIB
Vladimir Putin Terima Undangan Xi Jinping, Bakal ke China Bulan Oktober
ILUSTRASI. Vladimir Putin menerima undangan Xi Jinping dengan bermaksud mengunjungi China pada bulan Oktober 2023. Sputnik/Pavel Byrkin/Kremlin via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

AGENDA VLADIMIR PUTIN - Presiden Rusia Vladimir Putin menerima undangan Presiden China Xi Jinping dengan bermaksud mengunjungi China pada bulan Oktober 2023. 

Melansir Reuters yang mengutip TASS, penasihat kebijakan luar negeri Kremlin Yury Ushakov mengatakan, Putin merencanakan kunjungannya bertepatan dengan forum "One Belt, One Road".

China telah menjadi sekutu Rusia yang paling signifikan sejak awal tahun lalu, ketika hubungan Barat yang sudah tegang dengan Moskow semakin mendingin saat Putin bersiap untuk mengirim angkatan bersenjatanya ke Ukraina.

Putin terakhir mengunjungi Beijing tepat sebelum invasinya ke Ukraina dan bersamaan dengan pengumuman Presiden China Xi Jinping mengenai kemitraan "tanpa batas" yang telah meluas ke bidang ekonomi, perdagangan, politik, dan militer.

Baca Juga: Vladimir Putin Resmi Melarang Warga Rusia Berganti Jenis Kelamin

China telah menolak untuk menyalahkan Moskow atas perang tersebut dan mengutuk sanksi Barat terhadap Rusia. China sendiri mendapat keuntungan dengan mengamankan diskon untuk minyak dan gas yang tidak lagi dijual Rusia ke Eropa, dan melihat Rusia semakin menggunakan yuannya sebagai mata uang cadangan, bukan dolar AS.

Xi pada gilirannya datang ke Moskow pada bulan Maret, menyegel serangkaian perjanjian ekonomi dan lainnya dengan "sahabatnya" Putin.

Baca Juga: Rusia Ingin Menggantikan Posisi Biji-bijian Ukraina

China mempresentasikan sebuah makalah di Moskow yang menyerukan de-eskalasi dan gencatan senjata akhirnya di Ukraina, tetapi Kyiv dan sekutu Baratnya menolak rencana tersebut, dengan mengatakan itu akan mengunci keuntungan teritorial Rusia.




TERBARU

[X]
×