kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.665.000   13.000   0,49%
  • USD/IDR 16.882   -7,00   -0,04%
  • IDX 9.033   84,28   0,94%
  • KOMPAS100 1.248   7,65   0,62%
  • LQ45 882   3,22   0,37%
  • ISSI 330   3,28   1,00%
  • IDX30 449   0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 529   -1,74   -0,33%
  • IDX80 139   0,91   0,66%
  • IDXV30 147   0,11   0,08%
  • IDXQ30 144   0,01   0,00%

Yen Jepang Menguat dari Level Terendah 18 Bulan, Dolar AS Melemah terhadap Euro


Rabu, 14 Januari 2026 / 22:17 WIB
Yen Jepang Menguat dari Level Terendah 18 Bulan, Dolar AS Melemah terhadap Euro
ILUSTRASI. JAPAN-YEN/ (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Yen Jepang bangkit dari posisi terendah dalam 18 bulan terhadap dolar AS pada Rabu (14/1/2026), setelah para pejabat Jepang kembali memperingatkan kemungkinan intervensi untuk menopang mata uang tersebut. Sementara itu, dolar AS melemah tipis terhadap euro di tengah evaluasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Sebelumnya, yen tertekan akibat kekhawatiran pelonggaran kebijakan fiskal dan moneter Jepang, seiring meningkatnya spekulasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi akan menggelar pemilihan umum lebih awal. Langkah tersebut berpotensi menunda persetujuan parlemen atas rancangan undang-undang yang memberi kewenangan kepada pemerintah untuk menerbitkan obligasi penutup defisit.

“Rencana Takaichi memanfaatkan tingkat popularitas pribadinya yang sangat tinggi dengan menggelar pemilu cepat diterjemahkan pasar sebagai meningkatnya taruhan pada reflasi ekonomi Jepang, belanja pemerintah yang lebih besar, dan imbal hasil yang lebih tinggi,” kata Kepala Strategi Pasar Corpay di Toronto, Karl Schamotta. “Semua itu memberi tekanan ke bawah pada yen, meski sebagian tertahan oleh ancaman intervensi dari otoritas.”

Baca Juga: Yen Jatuh ke Level Terendah, Analis Beberkan Penyebabnya

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, kembali mengeluarkan peringatan lisan dengan menyatakan pemerintah akan mengambil “langkah yang tepat terhadap pergerakan nilai tukar yang berlebihan tanpa mengecualikan opsi apa pun”.

Sejumlah analis menilai pelemahan yen sudah melampaui batas wajar. Analis LMAX Group menyebutkan, dari sisi teknikal terdapat tanda-tanda puncak penting setelah pasar mencetak level tertinggi multi-tahun pada 2024.

Dari sisi fundamental, mereka menambahkan bahwa posisi spekulatif beli yen sebagian besar telah dilepas. Hal ini membuka peluang bagi posisi jual baru jika pasangan dolar AS/yen (USD/JPY) menembus level 160. Namun, meningkatnya peringatan intervensi dari pemerintah Jepang menciptakan risiko dua arah.

Pada perdagangan Rabu, yen menguat 0,56% ke level 158,27 per dolar AS, setelah sebelumnya menyentuh 159,45, level terlemah sejak Juli 2024. Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama termasuk yen dan euro, turun 0,2% ke 98,99. Sementara euro naik 0,12% ke US$1,1655.

Dolar AS kesulitan melanjutkan reli yang dimulai akhir Desember, seiring pasar menimbang kebijakan The Fed di tengah berbagai faktor eksternal. Bank sentral AS diperkirakan akan menahan suku bunga selama beberapa bulan ke depan, yang bersama meningkatnya risiko geopolitik masih memberikan dukungan bagi dolar.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah memperingatkan negara-negara tetangga yang menjadi tuan rumah pasukan AS akan menyerang pangkalan Amerika jika Washington melancarkan serangan. Pernyataan ini muncul di tengah upaya Iran merespons ancaman Presiden AS Donald Trump untuk melakukan intervensi demi mendukung para demonstran.

Baca Juga: Yen Jepang Melemah Tajam Usai Kenaikan Suku Bunga Bank of Japan

Namun, dolar menghadapi tekanan dari kekhawatiran terhadap independensi The Fed setelah Departemen Kehakiman AS melakukan penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powell terkait proyek renovasi gedung.

Meski demikian, Schamotta menilai kekhawatiran tersebut mulai mereda dalam beberapa hari terakhir, seiring penolakan politik dari Partai Republik dan pembelaan dari para bankir sentral. Pelaku pasar kini menanti putusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas tarif darurat yang diterapkan Trump, yang bisa keluar secepat Rabu.

Trump diperkirakan akan mencari cara alternatif untuk menerapkan tarif perdagangan jika kebijakan saat ini dibatalkan, meskipun belum jelas apakah langkah tersebut akan menghasilkan pendapatan sebesar sebelumnya atau apakah AS harus mengembalikan pungutan yang telah dipungut.

Dolar AS relatif tidak berubah setelah data menunjukkan harga produsen AS naik tipis pada November akibat lonjakan harga bensin, sementara penjualan ritel meningkat lebih tinggi dari perkiraan. Di pasar kripto, bitcoin naik 1,42% ke level US$95.395.

Selanjutnya: AS Hentikan Sementara Pemrosesan Visa dari 75 Negara Mulai 21 Januari 2026

Menarik Dibaca: Hujan Petir di Sore Hari, Cek Prakiraan BMKG Cuaca Besok (15/1) di Jakarta


Video Terkait



TERBARU

[X]
×