Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang atau Japanese Government Bonds (JGB) turun pada perdagangan Rabu (7/10/2026), mengikuti penurunan yield obligasi global.
Pergerakan tersebut terjadi meski anggota Bank of Japan (BOJ) yang dikenal dovish memberikan sinyal dukungan terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Mengutip Reuters, Rabu (7/10/2026), yield JGB tenor 10 tahun turun 1 basis poin menjadi 3,085%. Perlu diketahui, harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan imbal hasilnya.
Baca Juga: Bukan Suntik Mati, Trump Pilih Regu Tembak untuk Eksekusi Pelaku Fort Hood
Pergerakan JGB mengikuti pemulihan pasar obligasi global. US Treasury kembali menguat pada Selasa (6/10/2026), setelah aksi jual tajam pada sesi sebelumnya mendorong yield obligasi tenor panjang ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Di Jepang, anggota baru BOJ Ayano Sato menyatakan dukungannya terhadap kenaikan suku bunga secara bertahap. Pernyataan tersebut dilaporkan oleh kantor berita Kyodo.
Sato sebelumnya menjadi salah satu dari dua anggota BOJ yang berbeda pendapat ketika bank sentral Jepang menaikkan suku bunga pada September lalu.
"Komentar Sato tidak akan memengaruhi arah keseluruhan BOJ," kata Shuichi Ohsaki, senior portfolio manager di Meiji Yasuda Asset Management.
Menurut Ohsaki, perubahan sikap Sato sejalan dengan pergeseran arah kebijakan politik Jepang yang mulai menjauh dari pendekatan reflasi.
Sementara itu, Katsutoshi Inadome, senior strategist di Sumitomo Mitsui Trust Asset Management, mengatakan pasar masih kesulitan menilai makna dari pernyataan Sato.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Melemah Rabu (7/10), Investor Wait and See Jelang Kinerja Samsung
"Sebagian mungkin menganggap Sato tidak sedovish yang mereka perkirakan, sementara sebagian lainnya mungkin tidak," kata Inadome.
Menurut dia, investor masih terbagi dalam melihat dampak kenaikan suku bunga BOJ terhadap pasar obligasi Jepang.
Secara teori, kenaikan suku bunga BOJ seharusnya mendorong yield obligasi tenor 10 tahun lebih tinggi. Namun, yield justru dapat turun apabila kenaikan suku bunga tersebut mengurangi kekhawatiran bahwa BOJ terlambat merespons kenaikan harga.
Untuk tenor lainnya, yield JGB dua tahun turun tipis 0,5 basis poin menjadi 1,92%, sementara yield tenor lima tahun tidak berubah di 2,390%.
Adapun yield JGB tenor 30 tahun turun 3 basis poin menjadi 4,205%.
Baca Juga: Houthi Lancarkan 2 Rudal ke Bandara Aden, Konflik Yaman Memanas














