Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - KYIV. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mendesak parlemen untuk segera menyetujui pencopotan Jaksa Agung Ruslan Kravchenko.
Desakan ini muncul di tengah memanasnya perseteruan antara aparat penegak hukum Ukraina dan lembaga antikorupsi independen.
Zelenskiy mengatakan hanya ada satu jalan bagi Kravchenko setelah jaksa agung tersebut mengundurkan diri pekan lalu, yakni diberhentikan dari jabatannya.
"Jalan bagi jaksa agung ini hanya satu, yaitu pencopotan dari jabatan," kata Zelenskiy melalui Telegram, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Trump Akan Nominasi Todd Blanche Jadi Jaksa Agung AS
Kravchenko mengundurkan diri setelah penyelidikan kasus korupsi menyentuh kantor kejaksaan yang dipimpinnya. Meski demikian, Kravchenko sendiri belum didakwa atau ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Penyidik antikorupsi sebelumnya menuding salah satu bawahan Kravchenko membantu menjalankan jaringan penipuan. Perkembangan itu kemudian memperbesar tekanan terhadap kejaksaan.
Konflik kembali memanas pada Senin setelah Kravchenko mengatakan telah menerbitkan surat pemberitahuan kecurigaan terhadap Semen Kryvonos, kepala National Anti-Corruption Bureau of Ukraine (NABU), lembaga yang turut menyelidiki kasus di lingkungan kejaksaan.
Kravchenko menuduh Kryvonos memalsukan dokumen resmi untuk memperoleh keuntungan ilegal dalam jumlah sangat besar. Ia juga menuduh kepala NABU tersebut melakukan adopsi fiktif untuk menghindari tanggung jawab hukum.
Baca Juga: Jaksa Agung Pastikan Kasus Febrie Adriansyah Tetap Ditangani Tim 9
NABU bersama Specialised Anti-Corruption Prosecutor's Office (SAPO) membantah tuduhan tersebut.
Kedua lembaga itu menilai pernyataan Kravchenko merupakan bagian dari serangan sistematis terhadap lembaga antikorupsi independen dan menegaskan bahwa Kryvonos belum secara resmi didakwa.
Perseteruan tersebut menambah panjang ketegangan antara lembaga antikorupsi Ukraina dengan aparat penegak hukum lainnya. Kravchenko sendiri sebelumnya mendapat kritik karena diduga terlibat dalam upaya mengurangi independensi NABU dan SAPO pada tahun lalu, tuduhan yang telah dibantahnya.
Secara prosedural, Zelenskiy harus mengajukan permintaan resmi kepada parlemen agar pengunduran diri Kravchenko dapat diterima. Sejumlah anggota parlemen memperkirakan pemungutan suara akan dilakukan pada Selasa.
Baca Juga: Mantan Pengacara Pribadi Trump Diusulkan Jadi Jaksa Agung AS
Perselisihan ini terjadi ketika Ukraina tengah berupaya memenuhi sejumlah komitmen reformasi antikorupsi yang menjadi salah satu syarat untuk memperoleh pendanaan penting dari mitra internasional.
Bagi pemerintahan Zelenskiy, persoalan tersebut juga memiliki konsekuensi politik. Skandal korupsi dapat mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah, sementara Ukraina masih menghadapi perang dengan Rusia dan sangat bergantung pada dukungan internasional.













