kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Zelensky Sebut Ada Kota di Ukraina yang Bernasib Lebih Buruk dari Bucha


Jumat, 08 April 2022 / 14:05 WIB
Zelensky Sebut Ada Kota di Ukraina yang Bernasib Lebih Buruk dari Bucha
ILUSTRASI. Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi bangunan yang hancur di Borodyanka, di wilayah Kyiv, Ukraina, 7 April 2022.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - KIEV. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Kamis (7/4), mengatakan bahwa ada kota lain du Ukraina yang merasakan kondisi jauh lebih mengerikan dari Bucha. Kota yang dimaksud adalah Borodyanka.

Dalam pesan videonya yang dibagikan via Telegram, Zelensky menyebut bahwa ada lebih banyak korban di Borodyanka.

"Pekerjaan membersihkan puing-puing di Borodyanka telah dimulai. Di sana jauh lebih mengerikan. Lebih banyak lagi korban dari penjajah Rusia," kata Zelensky, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Banyak Tanda Kejahatan Perang, Presiden Ukraina Pertanyakan Peran Dewan Keamanan PBB

Zelensky tidak memberikan rincian lebih lanjut atau bukti bahwa Rusia bertanggung jawab atas kematian warga sipil di kota itu.

"Di sana (Borodyanka), di hampir setiap jalan, adalah apa yang dilihat dunia di Bucha dan kota-kota lain di wilayah Kyiv setelah penarikan pasukan Rusia," ungkap Zelensky menggambarkan kondisi kota Borodyanka.

Borodyanka merupakan kota yang berjarak sekitar 25 km dari Bucha, di mana ditemukan lebih dari 300 warga sipil tewas dan jasadnya dibiarkan tergeletak di jalanan.

Baca Juga: WHO: Ada Lebih Dari 100 Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Ukraina

Sebagian besar korban yang ditemukan di Bucha ditemukan dalam kondisi terikat dan diduga ditembak dari jarak dekat.

Pembunuhan warga sipil di kota Bucha langsung dikecam oleh negara-negara Barat. Tindakan pasukan Rusia pun dianggap sebagai sebuah kejahatan perang. AS bahkan mendesak agar Rusia segera diseret ke pengadilan HAM.

Rusia terus membantah menargetkan warga sipil dan mengatakan gambar mayat di Bucha merupakan rekayasa pemerintah Ukraina. Rusia menilai tuduhan palsu Ukraina sengaja dilakukan agar Rusia menerima lebih banyak sanksi.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×