: WIB    --   
indikator  I  

2016, ekonomi Malaysia berpeluang tumbuh 4%-4,5%

2016, ekonomi Malaysia berpeluang tumbuh 4%-4,5%

KUALA LUMPUR. Ekonomi Malaysia tahun 2016, tumbuh dalam laju tercepat. Belanja konsumen yang kuat disertai pemulihan ekspor, menopang ekonomi Malaysia.

Dalam keterangan tertulis Bank Negara Malaysia (BNM), Kamis (16/2) seperti dikutip Bloomberg, produk domestik bruto (PDB) Malaysia naik 4,5% di kuartal IV 2016. Pencapaian ini lebih tinggi dari prediksi ekonom hasil survei Bloomberg di posisi 4,4% dari periode sebelumnya. Adapun di kuartal III, PDB Malaysia hanya naik 1,4%.

Namun jika ditarik pertumbuhan tahunan, tahun lalu pertumbuhan ekonomi Malaysia hanya 4,2%. Lebih rendah dibandingkan setahun sebelumnya yang sebesar 5%.

BNM menyatakan, ke depan konsumsi domestik tetap akan menjadi pendorong utama. Seperti dikutip Strait Times, pada Oktober sampai Desember 2016 permintaan domestik berkembang lebih cepat. Hal ini karena peningkatan konsumsi swasta dan kegiatan investasi.

Pemerintah Malaysia memang gencar menggelar sejumlah proyek infrastruktur seperti; jalur rel baru di ibu kota, pembangunan jalan raya yang menghubungkan negara-negara Borneo Sabah dan Sarawak.

Menurut BNM, surplus transaksi Malaysia melebar menjadi RM 12,2 miliar atau setara US$ 3,89 miliar pada kuartal IV 2016. Sebelumnya surplus transaksi Malaysia sebesar RM 6 miliar pada kuartal III 2016.

Perdana Menteri Najib Razak sedang mencari cara untuk membalikkan ekonomi Malaysia yang sedang lemah dalam dua tahun terakhir karena anjloknya harga minyak dan gas. Apalagi ringgit juga sedang melemah dalam dua tahun terakhir. Di tahun 2016, ringgit melemah 2,7% terhadap dollar AS.

Tahun ini, sejumlah ekonom memprediksi pertumbuhan ekonomi Malaysia ada dalam rentang 4%-4,5%. Ekonom Capital Economics, Krystal Tan bilang, pertumbuhan ekonomi Malaysia bisa stabil di kisaran 4,5% dalam beberapa tahun ke depan. Menurut Tan, ekspor non komoditas belum dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian. Terutama saat kurs ringgit melemah.

Adapun ekonom United Overseas Bank, Julia Goh memperkirakan ekonomi Malaysia bisa tumbuh di atas 4% tahun ini. "Ada dukungan kebijakan fiskal atau moneter," ucap Goh.

 


Reporter Mona Tobing
Editor Barratut Taqiyyah

MALAYSIA

Feedback   ↑ x