kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.898   16,00   0,09%
  • IDX 6.313   -61,08   -0,96%
  • KOMPAS100 825   -10,23   -1,22%
  • LQ45 628   -6,06   -0,96%
  • ISSI 218   -1,84   -0,83%
  • IDX30 351   -3,21   -0,91%
  • IDXHIDIV20 427   -2,46   -0,57%
  • IDX80 94   -1,10   -1,15%
  • IDXV30 118   -0,69   -0,58%
  • IDXQ30 111   -0,75   -0,67%

Defisit, Saudi akan batalkan proyek US$ 20 miliar


Rabu, 07 September 2016 / 13:38 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

RIYADH. Pemerintah Arab Saudi melakoni berbagai cara demi mengurangi defisit anggaran. Salah satunya, eksportir minyak terbesar di dunia ini disebut berencana membatalkan sejumlah proyek dengan nilai investasi sekitar US$ 20 miliar.

Sumber yang mengetahui rencana tersebut membisikkan, bahwa Pemerintah Saudi sedang mengkaji ribuan proyek senilai 260 miliar riyal atau setara US$ 69 miliar. "Dan kemungkinan membatalkan sepertiga dari nilai proyek tersebut," ujarnya seperti dilansir Bloomberg, Rabu (7/9). Langkah ini bakal berimbas pada penyediaan anggaran untuk beberapa tahun ke depan.

Tak hanya itu, Arab Saudi juga disebut akan melebur sejumlah kementerian dan menghapus beberapa departemen. Pemerintah mengambil langkah ekstrim yang belum pernah dilakukan sebelumnya demi mengendalikan defisit anggaran yang membengkak jadi 16% dari produk domestik bruto pada tahun lalu.

Saudi juga membatasi penggunaan subsidi bahan bakar serta memotong miliaran dollar belanja pemerintah. Meski demikian, Dana Moneter Internasional alias The International Monetary Fund (IMF) memperkirakan, kekurangan penerimaan alias shortfall akan turun di bawah 10% dari PDB pada 2017 mendatang.

Namun, Kementerian Keuangan dan pejabat Kementerian Ekonomi dan Perencanaan menolak berkomentar terkait rencana tersebut.

Sebelumnya, Pangeran Mohammed bin Salman berencana melakukan perombakan ekonomi terbesar dalam sejarah kerajaan untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak setelah harga anjlok. Rencana itu termasuk menjual saham di raksasa minyak Aramco.

"Strategi diversifikasi ekonomi yang dilakukan baru akan menghasilkan dalam jangka menengah hingga jangka panjang. Dalam jangka pendek, yang diupayakan adalah hidup di tengah kondisi harga minyak yang rendah, dengan memangkas sejumlah pengeluaran, dan pembiayaan yang tersisa melalui penjualan utang," ujar Raza Agha, Kepala Ekonom VTB Capital untuk Timur Tengah dan Afrika.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×