: WIB    --   
indikator  I  

Hyperloop ala miliarder Elon Musk kantongi restu

Hyperloop ala miliarder Elon Musk kantongi restu

JAKARTA. Miliarder di bidang teknologi Elon Musk memang visioner. Setelah memproduksi mobil listrik lewat Tesla dan jelajah luar angkasa dengan bendera SpaceX, kini Musk menggagas sistem transportasi bawah tanah dengan kecepatan ultra tinggi.

Transportasi supercepat tersebut menghubungkan Washington dan New York. Musk mengaku sudah mendapat izin lisan dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membangun sistem transportasi masa depan yang bernama hyperloop itu.

Alat transportasi tersebut akan mengurangi waktu tempuh Washington ke New York yang berjarak 220 mil, menjadi sekitar setengah jam.

Musk yang juga Chief Executive Tesla Inc dan perusahaan roket SpaceX itu berusaha merevolusi transportasi memakai tabung vakum raksasa yang menghubungkan antar kota atau hyperloop.

Menurut Musk seperti dikutip Reuters, sistem ini akan lebih cepat dari kereta berkecepatan tinggi yang ada sekarang. Sistem transportasi tersebut menggunakan penggerak elektromagnetik.

Saat ini, kereta Acela yang dimiliki Amtrak membutuhkan waktu tiga jam untuk menempuh Washington-New York dengan asumsi tidak ada penundaan.

Pejabat di Washington dan New York mengatakan tidak menyetujui proyek apapun. Padahal Musk memerlukan izin lingkungan dan bangunan untuk melakukan proyek ambisius semacam ini. Musk mendirikan perusahaan bernama Boring Company untuk membangun sistem transportasi tersebut.

Dalam cuitan yang di-posting, Kamis (20/7), Musk menyebut telah menerima persetujuan Pemerintah AS secara lisan untuk Boring Company untuk membangun hyperloop. Boring Company berharap mendapat izin formal pada akhir 2017.

Dengan proyek prestisius ini, Musk berharap dapat mengurangi kemacetan di Los Angeles. Sebab nantinya, Musk juga akan membangun hyperloop dari Los Angeles ke San Francisco. Musk juga ingin membangun di Texas.

Ia mengakui, masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum persetujuan formal diberikan. Namun Musk yakin proyek ini tetap jalan.

Menurut sejumlah ahli, perjalanan menggunakan tabung vakum di bantalan magnetis ini akan meminimalkan tekanan udara atau gesekan roda di atas rel. Sehingga pengoperasiannya lebih cepat dan murah. Sejumlah start-up mulai mengembangkan teknologinya. Tapi ada juga kekhawatiran tentang biaya dan kepraktisannya.

Di situs Boring Company dipaparkan proyek terowongan membutuhkan investasi US$ 1 miliar per mil. Hyperloop dari Los Angeles dan San Fransisco akan menelan biaya US$ 6 miliar dengan jarak tempuh 400 mil. Proyek tersebut membutuhkan waktu tujuh tahun hingga 10 tahun.


Reporter Avanty Nurdiana
Editor Dessy Rosalina

MILIARDER DUNIA

Feedback   ↑ x
Close [X]