: WIB    --   
indikator  I  

Ini alasan laba Airbus terjun 63% tahun lalu

Ini alasan laba Airbus terjun 63% tahun lalu

TOULOUSE. Laba produsen pesawat Airbus SE akhir tahun 2016 terjun bebas. Laporan keuangannya menyebut, perusahaan hanya mengantongi keuntungan sebesar € 995 juta, dibanding tahun sebelumnya € 2,7 miliar. 

Padahal, perusahaan berbasis Toulouse, Prancis ini membukukan kenaikan pendapatan 3% menjadi € 66,5 miliar, tertolong permintaan pesawat sipil dan helikopter.

Ini merupakan kali pertama kinerja Aibus tertekan akibat penyatuan bisnis dengan induknya yang berbasis kendaraan militer, EADS.   

Airbus mengaku terbebani € 2,2 miliar, dari penalti (charge) akibat keterlambatan pengiriman pesawat militer A400M sebesar € 1,2 miliar, ditambah pembengekakan ongkos pengiriman yang tak terduga sebesar € 1 miliar. 

CEO Airbus Tom Enders mengatakan akan berbicara lagi dengan pemerintah Eropa untuk meringankan biaya penalti untuk proyek militer yang melibatkan pesawat A400M tersebut. 

Airbus yang menjanjikan pengiriman 20 A400M pada tahun lalu, hanya berhasil mengirim 17 unit. 

"Menekan risiko sambil memperkuat program pertahanan merupakan prioritas teratas kami pada tahun 2017," kata Enders. 

Untunglah, bisnis pesawat komersial Airbus masih membukukan kinerja positif, termasuk pengiriman helikopter yang melemah. 

Karena itu, manajemen yakin bisa kembali meningkatkan pertumbuhan laba, seiring perbaikan pengelolaan biaya. Salah satu tantangan tahun ini adalah pergeseran permintaan pesawat dari pesawat lorong tunggal (narrow body) A320 menjadi pesawat berbadan lebar (twin aisle) A350. 

Airbus berencana mengirim 700 jet pada tahun 2017, lebih banyak ketimbang 688 unit di tahun 2016. Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan pendapatan mid-single-digit tahun ini. 


SUMBER : BBC,Bloomberg
Editor Sanny Cicilia

KORPORASI GLOBAL

Feedback   ↑ x