: WIB    --   
indikator  I  

Kerajaan bisnis dari startup sistem pembayaran (2)

Kerajaan bisnis dari startup sistem pembayaran (2)

Sejak kecil Patrick Collison memang sudah menyukai dunia komputer. Bahasa pemrograman pun sudah dilahapnya sejak masih berusia 10 tahun. Kepiawaiannya itu menjadi modal dasar Collison yang sanggup mengantarkan pria kelahiran tahun 1988 itu masuk jajaran miliarder dunia dengan kekayaan US$ 1,1 miliar. Kejeliannya membuat startup layanan pembayaran internet yang ringkas lewat produk Stripe, menjadi karunia besar bagi jalan hidup Collison.

Setelah menciptakan startup pertamanya yaitu Shuppa, Patrick Collison tidak begitu saja berpuas diri. Terinspirasi dari pengalaman pembayaran via internet yang ruwet, Collison kemudian membuat startup yang bisa mempermudah proses pembayaran tersebut.

Pada 2009, platform pembayaran yang sering digunakan pengguna internet adalah Paypal dan Google Checkout. Namun Collison merasa kedua platform ini belum bisa memuaskan pengembang (developer) web dan pengguna karena rumitnya proses pengajuan dan pembayaran yang membutuhkan waktu relatif lama.

Oleh karena itu, pada tahun 2010, bersama sang adik, yang juga drop out dari Havard University, mereka mendirikan startup teknologi pembayaran bernama Stripe. Mereka membuka kantor pertama Stripe di Palo Alto, California.

Mengutip Forbes, nama Stripe merupakan nama acak yang didapat Collison dari internet. Kebetulan nama ini tidak identik dengan merek manapun dan pemilik domainnya bersedia menjual murah kepada Collison. Tujuan utama kakak beradik ini membangun Stripe, seperti ditulisĀ  startupgrind, awalnya hanya untuk menyelesaikan masalah di sistem pembayaran web. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Collison memandang bahwa prospek bisnis Stripe miliknya ini cukup menjanjikan.


Reporter Galvan Yudistira
Editor Tri Adi

PATRICK COLLISON

Feedback   ↑ x