: WIB    --   
indikator  I  

Menikah muda, bercerai dan menjadi pengusaha (3)

Menikah muda, bercerai dan menjadi pengusaha (3)

Perjalanan hidup Yoshiko Shinohara menarik dikisahkan. Berawal dari upaya memperjuangkan nasib kaum perempuan yang ingin bekerja, kini bisnis Yoshiko lewat Temp Holding, perusahaan jasa tenaga kerja, makin mendunia. Tadinya, sang ibu hanya menginginkan Yoshiko menjadi ibu rumahtangga dan menikah di usia muda. Yoshiko sempat menikah di usia 20 tahun, tapi kemudian bercerai. Dia lalu mendirikan perusahaan outsourcing yang awalnya ilegal.

Tidak pernah terlintas dalam benak Yoshiko Shinohara kala masih muda, menjadi wanita kaya raya seperti saat ini. Sejak pertama kali mendirikan bisnis, wanita yang kini berusia 83 tahun ini menyatakan hanya ingin menunjukan kepada para kerabatnya bahwa seorang wanita dapat bekerja dan sukses berkat jerih payahnya sendiri.

Seperti dikisahkan dalam di advance.org, Yoshiko tidak menyangka perusahaan jasa outsourcing yang ia bentuk menjadi sangat besar dan mendunia. Sebab sejak awal, dia hanya ingin menjadi jembatan bagi kaum wanita atau ibu rumah tangga di Jepang yang ingin bekerja.

Asal tahu saja, sekembalinya Yoshiko ke Jepang dari luar negeri pada awal tahun 1970, tidak ada satu pun perusahaan yang mau mempekerjakan dirinya sebagai sekretaris. Sampai akhirnya, pada tahun 1973 dia memutuskan membuka usaha sendiri.

Fakta menarik kehidupan Yoshiko yakni bisnis jasa outsourcing pada awal berdiri merupakan usaha ilegal di kawasan Asia. Mayoritas perusahaan Jepang mempekerjakan pekerja tetap, karena pegawai paruh waktu merupakan aktivitas yang dilarang keras oleh Jepang pada masa itu.

Yoshiko yang mengetahui hal tersebut, justru memilih melanjutkan misinya menjadikan Temp Holding menjadi perusahaan jasa terbesar di Jepang. Meski tak jarang, dirinya kerap dimintai keterangan oleh Kementerian Tenaga Kerja Jepang.


Reporter Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor Tri Adi

YOSHIKO SHINOHARA

Feedback   ↑ x