: WIB    —   
indikator  I  

Terkenal ulet dalam menawarkan produk (3)

Terkenal ulet dalam menawarkan produk (3)

Sam Goi Seng Hui sering dianggap sebagai model pengusaha yang ideal. Miliarder asal China yang tinggal di Singapura ini telah mengembangkan Tee Yih Jia, dari sebuah bisnis kecil dengan omzet S$ 300.000 per tahun, menjadi perusahaan global dengan pendapatan ratusan juta.

Di Singapura, Goi dan keluarganya menjalani hidup sederhana. Sempat mengenyam pendidikan di Dunman High School, namun Goi tidak menamatkannya. Dia mulai terjun berbisnis pada tahun 1969, lewat pinjaman sebesar S$ 10.000 dari sang ayah.

Duit tersebut digunakan Goi untuk berbisnis motor, meski kemudian gagal. Dia lantas mendirikan bengkel teknik mesin di Jurong.

Mulai tahun 1977, Goi menjajal bisnis makanan. Dia membeli pabrik popiah atau lumpia bernama Tee Yih Jia, yang berlokasi di Geylang, sekitar tahun 1980.

Lini produksi Tee Yih Jia saat itu masih padat karya. Baru pada tahun 1982, Goi menggunakan mesin otomatis demi meningkatkan produktivitas. Pendapatan Tee Yih Jia kemudian meningkat dari S$ 300.000 menjadi S$ 62,4 juta antara tahun 1980 hingga 1999.

Goi menyasar restoran dan supermarket Chinatown di luar negeri, sebagai pintu masuk produknya. Goi sendiri tak jarang berjualan dari pintu ke pintu menawarkan produknya. Perjuangannya dijalani selama satu dekade dan berbuah manis kala produk Tee Yih Jia berkembang pesat di Amerika Serikat, Australia, Eropa dan Asia. Dia juga sukses membangun jaringan distributor dan agen global.

Untuk mempertahankan bisnis, Goi mendiversifikasi basis produk Tee Yih Jia untuk mengenalkan produk baru seperti samosa, pizza, dan gulungan udang demi memenuhi pasar yang berbeda. Sejalan dengan tujuan Goi mengubah Tee Yih Jia menjadi pemasok global makanan cepat saji Asia, Tee Yih Jia juga pindah ke segmen makanan cepat saji dengan produk seperti roti beku, laksa, dan nasi lemak.


Reporter Anisah Novitarani
Editor Tri Adi

SAM GOI SENG

Feedback   ↑ x
Close [X]