kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45766,42   1,82   0.24%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

1 juta etnis Uighur dan Muslim China lainnya ditahan di kamp Xinjiang tanpa alasan


Selasa, 26 November 2019 / 11:25 WIB
1 juta etnis Uighur dan Muslim China lainnya ditahan di kamp Xinjiang tanpa alasan
ILUSTRASI. Pengunjuk rasa dari berbagai organisasi Islam menggelar aksi solidaritas terhadap Muslim Uighur di depan Kedubes Cina, Jakarta, Jumat (21/12/2018). Aksi solidaritas tersebut untuk mengutuk kekerasan terhadap Muslim Uighur oleh pemerintah Cina dan meminta

Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - LONDON. Dokumen pemerintah Tiongkok yang dipublikasikan oleh kelompok wartawan internasional menggambarkan terjadinya penindasan dalam kamp-kamp penahanan di Xinjiang. Ini merupakan dokumen kedua yang dibocorkan dalam beberapa hari terakhir di mana berkas-berkas rahasia mengenai wilayah barat China yang bermasalah.

Publikasi yang dilakukan oleh Konsorsium Internasional Investigatif Journalis(ICIJ) menyusul adanya laporan oleh New York Times pada tanggal 16 November yang dibuat berdasarkan dari berkas rahasia yang mengungkapkan rincian tindakan keras China terhadap etnis Uigur dan Muslim lainnya di wilayah tersebut.

Pakar dan aktivis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan setidaknya 1 juta etnis Uigur dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya telah ditahan di kamp-kamp di Xinjiang.

ICIJ mengatakan, mereka telah memperoleh daftar pedoman 2017 “yang secara efektif berfungsi sebagai petunjuk manual dalam mengoperasikan kamp-kamp penahanan”, dengan instruksi tentang cara mencegah pelarian, menjaga kerahasiaan tentang keberadaan kamp, ​​mengintoktrinasi tahanan, dan “kapan membiarkan tahanan melihat kerabat atau bahkan menggunakan toilet ”.

Baca Juga: Duh, dokumen Pemerintah China yang bocor mengungkap detail kekerasan atas Uighur

Dokumen-dokumen lain yang diperoleh termasuk "briefing intelijen" yang menunjukkan bagaimana polisi telah "diberikan pelatihan oleh sistem pengumpulan dan analisis data besar-besaran yang menggunakan intelijen buatan untuk memilih seluruh kategori penduduk Xinjiang untuk ditahan".



TERBARU

[X]
×