kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

2025: Dunia Makin Tidak Damai, Indonesia Naik sebagai Kekuatan Regional


Selasa, 24 Juni 2025 / 05:30 WIB
2025: Dunia Makin Tidak Damai, Indonesia Naik sebagai Kekuatan Regional
ILUSTRASI. Seorang perempuan memasang stiker bendera merah putih di pipinya saat nonton bareng pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan Timnas Uzbekistan U-23 di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Bali, Senin (29/4/2024). Kegiatan yang digelar oleh Pemkot Denpasar tersebut mengajak masyarakat untuk mendukung Timnas Indonesia U-23 yang berlaga melawan Timnas Uzbekistan U-23 pada semifinal Piala Asia U-23 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Peringkat Inggris dan AS Mengejutkan

Inggris menempati peringkat ke-30, naik dua tingkat dari tahun 2024. Sementara Amerika Serikat justru berada jauh di bawah, yakni di peringkat ke-128 dari total 163 negara.

Meskipun skornya tidak berubah, laporan menyoroti meningkatnya ketegangan politik dan polarisasi dalam negeri sebagai penyebab turunnya peringkat AS.

5 Negara Paling Tidak Damai

  • Rusia
  • Ukraina
  • Sudan
  • Republik Demokratik Kongo
  • Yaman

Wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara tetap menjadi kawasan paling tidak damai di dunia pada 2025. Di Sub-Sahara Afrika, 35 dari 43 negara mengalami konflik dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga: Perang Dunia III Sudah Dimulai? Ini Skenario yang Ditakuti

Potensi Perang Besar

IEP menyebut beberapa kawasan memiliki risiko tinggi memasuki perang besar, termasuk Kashmir, Sudan Selatan, Ethiopia dan Eritrea, Republik Demokratik Kongo, serta Suriah.

Jumlah negara yang dianggap memiliki pengaruh geopolitik global meningkat pesat. Jika pada akhir Perang Dingin hanya 13 negara yang tergolong berpengaruh, kini jumlahnya melonjak menjadi 34.

China menjadi negara dengan peningkatan pengaruh terbesar sejak era Perang Dingin. Negara lain seperti Arab Saudi, Turki, India, Uni Emirat Arab, Israel, Afrika Selatan, Brasil, dan Indonesia juga termasuk dalam kategori regional power yang berpengaruh.

Titik Balik Tatanan Global

Pendiri dan ketua IEP, Steve Killelea, menyebut dunia kini berada di titik kritis. “Konsep ‘perang tanpa akhir’ kini lebih nyata dibandingkan kapan pun dalam sejarah,” katanya.

Ia menilai meningkatnya kekuatan negara-negara menengah, persaingan kekuatan besar, dan beban utang negara-negara rapuh menjadi pendorong perubahan tatanan dunia yang belum sepenuhnya bisa dipahami bentuk akhirnya.


Tag


TERBARU

[X]
×