kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

21 Petugas WHO terlibat aksi pelecehan seksual saat menangani wabah Ebola di Kongo


Rabu, 29 September 2021 / 10:45 WIB
ILUSTRASI. Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

"Kami mendesak WHO untuk melanjutkan dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa personelnya yang melecehkan perempuan dan anak perempuan mereka di komunitas kami telah benar-benar dihukum berat," kata Esperence Kazi, koordinator kelompok hak-hak perempuan 'One Girl One Leader'.

Salah satu korban, masih berusia 14 tahun, mengaku dijemput begitu saja oleh seorang petugas WHO di pinggir jalan. Menurut laporannya, petugas awalnya menawari tumpangan untuk pulang, tapi justru membawanya ke sebuah hotel di mana aksi pemerkosaan terjadi.

Beberapa korban lain yang dipekerjakan dalam bantuan, mengatakan kepada tim peninjau bahwa mereka terus dilecehkan secara seksual oleh pria yang bekerja sebagai pengawas. 

Para pelaku memaksa mereka berhubungan seks dengan iming-iming mempertahankan pekerjaan, mendapatkan bayaran atau mendapatkan posisi yang lebih baik. Beberapa dari mereka yang menolak akhirnya diberhentikan dari pekerjaan.

Wakil ketua investigasi Aichatou Mindaoudou mengatakan bahwa beberapa utusan WHO yang ada di level atas sadar akan apa yang sedang terjadi namun tidak bertindak.

Selanjutnya: Di tengah pandemi Covid-19, wabah meningitis melanda Republik Demokratik Kongo




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×