kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45767,97   -12,34   -1.58%
  • EMAS1.024.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.16%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

6 Kiat sukses ala Warren Buffett agar tetap bisa bangkit dari kegagalan


Kamis, 17 September 2020 / 06:57 WIB
6 Kiat sukses ala Warren Buffett agar tetap bisa bangkit dari kegagalan
ILUSTRASI. 6 Kiat sukses ala Warren Buffett agar tetap bisa bangkit dari kegagalan. 19/09/2017. (Photo by Daniel Zuchnik/WireImage)

Reporter: Tiyas Widya Septiana | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesuksesan Warren Buffett baik membuat banyak orang kagum sekaligus penasaran. Dengan pengalaman berpuluh tahun, Buffett sudah merasakan asam garam kehidupan.

Warren Buffett tidak selalu berada di puncak, ada masa dimana ia merasakan kegagalan. Yang menjadi menarik bukan pada kegagalan Warren Buffett, tetapi cara ia bangkit dari kegagalan tersebut.

Hal tersebut tidak lepas dari prinsip-prinsip yang selalu Warren Buffett anut. Prinsip ini bisa Anda contoh terlebih saat sedang mengalami kesulitan. 

Apa saja saran Sang Dukun dari Omaha agar tetap sukses? Berikut 6 saran Warren Buffet agar tetap sukses meskipun mengalami kesulitan. Daftar ini KONTAN.co.id himpun dari CNBC, Inc. dan Motley Fool.

  • Disiplin mengolah emosi

Hal yang paling penting dan cukup sukar untuk dilakukan adalah mengolah emosi. Dalam buku Getting There: A Book of Mentors, Warren Buffett mengatakan jika menjaga lisan saat emosi sedang tinggi adalah hal yang penting.

Terkadang Anda mengatakan hal-hal yang tidak terduga dan menyakitkan saat kehilangan kendali emosi. Hal tersebut bisa menimbulkan hal-hal yang tidak Anda inginkan. 

Warren Buffett juga menambahkan jika besar kemungkinan keputusan yang salah diambil saat emosi sedang tidak stabil. Buffett menyarankan agar Anda bisa mengetahui dan paham dengan tingkatan emosi Anda.

Luangkan waktu untuk mendalami diri sendiri dan cari solusi-solusi pengendalian emosi yang sesuai. Cara ini bisa Anda terapkan pada diri Anda, tetapi juga saat sedang bersosialisasi. Peka dan paham dengan pergerakan emosi orang terdekat dapat membuat Anda bijak dalam mengambil sikap.




TERBARU

[X]
×