kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Abaikan Risiko Politik Perang Iran, Trump: Saya Tak Peduli Midterm Election AS


Kamis, 28 Mei 2026 / 04:46 WIB
Abaikan Risiko Politik Perang Iran, Trump: Saya Tak Peduli Midterm Election AS
ILUSTRASI. Donald Trump klaim tak khawatir pemilu paruh waktu meski konflik Iran berlarut. Namun, keresahan pemilih AS meningkat drastis. (REUTERS/Kevin Lamarque)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya tidak khawatir terhadap dampak politik dari konflik berkepanjangan dengan Iran. Ia juga menilai para pemimpin Iran salah perhitungan jika mengira pemilu paruh waktu AS pada November akan memaksanya mencapai kesepakatan damai.

“Mereka pikir bisa menunggu saya menyerah. Mereka bilang, ‘Kita tunggu saja dia, dia punya pemilu paruh waktu.’ Saya tidak peduli soal pemilu paruh waktu,” kata Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Rabu (27/5/2026).

Melansir Reuters, Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat membahas upaya mengakhiri konflik dengan Iran. Meski demikian, sejumlah sekutu Partai Republik mulai merasa tidak nyaman dengan pernyataan Trump sebelumnya yang dianggap meremehkan dampak ekonomi perang terhadap masyarakat AS.

Pada awal konflik, Trump memperkirakan perang hanya berlangsung empat hingga enam pekan. Namun kini konflik telah mendekati bulan keempat. Di beberapa kesempatan, Trump sempat menyebut perang dapat berakhir dalam hitungan hari, tetapi kemudian mengakui konflik bisa berlangsung lebih lama.

Meningkatnya keresahan pemilih akibat tingginya harga barang, terutama bensin, turut menambah tekanan politik terhadap Partai Republik. Banyak pengamat menilai Partai Republik akan kesulitan mempertahankan mayoritas di DPR AS dan kemungkinan juga di Senat pada pemilu November mendatang.

Tekanan tersebut semakin besar setelah Trump memutuskan mendukung Ken Paxton dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik di Texas, mengalahkan senator petahana John Cornyn.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Setelah Kabar Kesepakatan Iran-AS dan Pembukaan Selat Hormuz

Paxton, yang sebelumnya didakwa dalam kasus penipuan dan tengah menghadapi proses perceraian, berhasil menang telak dalam pemilihan internal partai pada Selasa setelah memperoleh dukungan Trump.

Kemenangan itu membuat Partai Demokrat mulai melihat kursi Senat Texas, yang selama ini menjadi basis kuat Republik, sebagai wilayah yang kompetitif pada pemilu November nanti.

“Lihat apa yang terjadi tadi malam. Itu adalah pembuka menuju pemilu paruh waktu,” ujar Trump merujuk kemenangan Paxton.

Dalam rapat kabinet tersebut, Trump juga menyinggung sejumlah proyek pembangunan yang ia dorong di ibu kota AS. Beberapa legislator Republik menilai proyek-proyek itu justru mengalihkan perhatian dari masalah ekonomi yang lebih mendesak.

Tinjauan Reuters terhadap pernyataan publik Trump sejak Januari menunjukkan presiden semakin sering membahas proyek ballroom Gedung Putih, renovasi Reflecting Pool, hingga rencana pembangunan gerbang raksasa di Washington.

Tonton: Kesehatan Donald Trump Jadi Sorotan! Bagaimana Kondisi Kesehatan Jelang Usia 80 Tahun

Tabel: Dampak Politik Konflik AS-Iran terhadap Donald Trump dan Partai Republik

Isu Keterangan
Sikap Trump Tidak khawatir dampak politik perang
Target Iran Menurut Trump Menunggu tekanan pemilu paruh waktu AS
Durasi Perang Hampir memasuki bulan keempat
Dampak Ekonomi Harga bensin tinggi dan keresahan pemilih
Risiko Politik Republik Terancam kehilangan DPR dan Senat
Isu Tambahan Kritik atas proyek pembangunan Trump
Sorotan Politik Terbaru Kemenangan Ken Paxton di Texas




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×