kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Ada Temuan Sirup Obat Batuk di India yang Terkontaminasi, WHO Rilis Peringatan


Selasa, 14 Oktober 2025 / 10:39 WIB
Ada Temuan Sirup Obat Batuk di India yang Terkontaminasi, WHO Rilis Peringatan
ILUSTRASI. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan kesehatan tentang tiga sirup obat batuk terkontaminasi yang teridentifikasi di India. REUTERS/Priyanshu Singh


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada  Senin (14/10/2025) mengeluarkan peringatan kesehatan tentang tiga sirup obat batuk terkontaminasi yang teridentifikasi di India, mendesak pihak berwenang untuk melaporkan setiap deteksi obat-obatan ini di negara mereka kepada badan kesehatan tersebut.

Mengutip Reuters, Selasa (14/10/2025), WHO mengatakan obat-obatan yang terdampak adalah batch tertentu Coldrif dari Sresan Pharmaceutical, Respifresh TR dari Rednex Pharmaceuticals, dan ReLife dari Shape Pharma.

WHO mengatakan produk-produk yang terkontaminasi menimbulkan risiko yang signifikan dan dapat menyebabkan penyakit parah yang berpotensi mengancam jiwa.

Baca Juga: Pabrik Sirup Obat Batuk Beracun di India Diduga Terlibat Pencucian Uang

Otoritas kesehatan India, Organisasi Pengawasan Standar Obat Pusat (CDSCO), memberi tahu WHO bahwa sirup tersebut dilaporkan dikonsumsi oleh anak-anak, semuanya berusia di bawah lima tahun, yang baru-baru ini meninggal dunia di distrik Chhindwara, negara bagian Madhya Pradesh.

Obat batuk tersebut mengandung dietilen glikol beracun dalam jumlah hampir 500 kali lipat dari batas yang diizinkan.

CDSCO menyatakan bahwa tidak ada obat-obatan yang terkontaminasi yang diekspor dari India dan tidak ada bukti ekspor ilegal.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengonfirmasi pada hari Jumat bahwa sirup obat batuk beracun ini tidak dikirim ke Amerika Serikat.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×