kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Ada Temuan Sirup Obat Batuk di India yang Terkontaminasi, WHO Rilis Peringatan


Selasa, 14 Oktober 2025 / 10:39 WIB
Ada Temuan Sirup Obat Batuk di India yang Terkontaminasi, WHO Rilis Peringatan
ILUSTRASI. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan kesehatan tentang tiga sirup obat batuk terkontaminasi yang teridentifikasi di India. REUTERS/Priyanshu Singh


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada  Senin (14/10/2025) mengeluarkan peringatan kesehatan tentang tiga sirup obat batuk terkontaminasi yang teridentifikasi di India, mendesak pihak berwenang untuk melaporkan setiap deteksi obat-obatan ini di negara mereka kepada badan kesehatan tersebut.

Mengutip Reuters, Selasa (14/10/2025), WHO mengatakan obat-obatan yang terdampak adalah batch tertentu Coldrif dari Sresan Pharmaceutical, Respifresh TR dari Rednex Pharmaceuticals, dan ReLife dari Shape Pharma.

WHO mengatakan produk-produk yang terkontaminasi menimbulkan risiko yang signifikan dan dapat menyebabkan penyakit parah yang berpotensi mengancam jiwa.

Baca Juga: Pabrik Sirup Obat Batuk Beracun di India Diduga Terlibat Pencucian Uang

Otoritas kesehatan India, Organisasi Pengawasan Standar Obat Pusat (CDSCO), memberi tahu WHO bahwa sirup tersebut dilaporkan dikonsumsi oleh anak-anak, semuanya berusia di bawah lima tahun, yang baru-baru ini meninggal dunia di distrik Chhindwara, negara bagian Madhya Pradesh.

Obat batuk tersebut mengandung dietilen glikol beracun dalam jumlah hampir 500 kali lipat dari batas yang diizinkan.

CDSCO menyatakan bahwa tidak ada obat-obatan yang terkontaminasi yang diekspor dari India dan tidak ada bukti ekspor ilegal.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengonfirmasi pada hari Jumat bahwa sirup obat batuk beracun ini tidak dikirim ke Amerika Serikat.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×