kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.819   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.480   85,81   1,34%
  • KOMPAS100 838   13,17   1,60%
  • LQ45 636   8,12   1,29%
  • ISSI 228   3,51   1,57%
  • IDX30 354   3,47   0,99%
  • IDXHIDIV20 431   3,28   0,77%
  • IDX80 96   1,37   1,45%
  • IDXV30 120   0,81   0,68%
  • IDXQ30 112   0,97   0,87%

AIA Group Catat Kenaikan 10% Nilai Bisnis Baru pada Semester I 2026


Kamis, 20 Agustus 2026 / 08:48 WIB
AIA Group Catat Kenaikan 10% Nilai Bisnis Baru pada Semester I 2026
ILUSTRASI. Pekerja membersihkan logo perusahaan asuransi (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - AIA Group mencatat pertumbuhan Value of New Business (VONB) sebesar 10% pada semester I 2026.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan bisnis di seluruh kanal distribusi dan segmen, kecuali Thailand.

Mengutip Reuters Kamis (20/8/2026), VONB AIA Group mencapai US$3,21 miliar berdasarkan kurs konstan pada semester I 2026. Capaian tersebut sejalan dengan konsensus perusahaan sebesar US$3,2 miliar.

Baca Juga: Harga Emas Spot Bertahan Dekati Level Tertinggi Sejak Awal Juni pada Kamis (20/8)

VONB merupakan indikator yang mencerminkan estimasi keuntungan dari premi baru dan menjadi salah satu tolok ukur utama untuk melihat prospek pertumbuhan bisnis perusahaan asuransi ke depan.

AIA mengatakan seluruh segmen yang dilaporkan mencatat pertumbuhan positif, kecuali Thailand.

Kinerja Thailand tertekan oleh basis perbandingan yang sangat tinggi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika tidak memperhitungkan Thailand, VONB AIA Group tumbuh 14% secara tahunan berdasarkan kurs konstan.

Bisnis AIA di Hong Kong, yang menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap laba grup, mencatat pertumbuhan VONB sebesar 10% pada semester I 2026.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh kuatnya permintaan dari nasabah domestik maupun wisatawan asal China daratan.

Sementara itu, margin VONB AIA tetap solid di level 57,1% pada semester I 2026, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: China Pertahankan Suku Bunga Kredit, LPR Tetap 3% untuk Bulan ke-15

AIA menyebut peningkatan bauran produk turut mendorong margin VONB di Hong Kong.

Namun, dampak tersebut diimbangi oleh pergeseran menuju produk partisipasi dengan margin lebih rendah di China daratan serta penurunan margin di Thailand setelah tingginya penjualan produk asuransi kesehatan pada periode sebelumnya.

Asia Jadi Pasar Pertumbuhan Utama

Chief Executive Officer sekaligus President AIA Group Lee Yuan Siong mengatakan, Asia masih menjadi pasar yang menjanjikan bagi bisnis asuransi jiwa dan kesehatan.

"Asia tetap menjadi peluang pertumbuhan yang paling menarik untuk asuransi jiwa dan kesehatan," ujar Lee.

Menurut dia, sejumlah faktor struktural di kawasan Asia terus meningkatkan permintaan terhadap produk asuransi AIA sekaligus menopang prospek pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

AIA saat ini beroperasi di 18 pasar Asia, termasuk China daratan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina dan Korea Selatan. Perusahaan juga memiliki bisnis di Australia dan Selandia Baru serta usaha patungan di India.

Baca Juga: JGB Menguat, Terimbas Langkah AS Tekan Yield Treasury

Namun, industri asuransi Hong Kong menghadapi tekanan pada awal Agustus setelah muncul laporan bahwa otoritas pajak China mulai mengenakan pajak penghasilan pribadi sebesar 20% atas imbal hasil dari polis asuransi Hong Kong.

Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran bahwa pengawasan yang lebih ketat terhadap investasi offshore dapat menekan permintaan dari nasabah China daratan.

Di sisi lain, AIA mengumumkan dividen interim sebesar 53,90 sen dolar Hong Kong per saham, naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.




TERBARU

[X]
×