kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.525   25,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Akhirnya Spanyol minta bail out US$ 125 miliar


Minggu, 10 Juni 2012 / 10:28 WIB
ILUSTRASI. Logo pabrikan mobil Nissan dan Renault ditampilkan di dealer Kyiv, Ukraina, 25 Juni 2020. 


Reporter: Edy Can, BBC, Bloomberg | Editor: Edy Can

MADRID. Spanyol akhirnya menyerah. Negeri Matador akhirnya meminta bantuan internasional untuk menolong perbankannya yang sedang sekarat.

Spanyol telah meminta dana talangan sebesar 100 miliar euro atau setara US$ 125 miliar untuk menyelamatkan sistem perbankannya. "Pemerintah Spanyol mengumumkan niatnya untuk mencari pembiayaan Eropa untuk membantu rekapitalisasi yang diperlukan bagi bank Spanyol," kata Menteri Perekonomian Luis de Guindos, kemarin (9/6).

Sebelumnya, Perdana Menteri Mariano Rajoy menolak merekapitalisasi sistem perbankannya dengan bantuan dari luar negeri. Dia telah dipaksa supaya menerima dana talangan dari luar agar krisis tidak semakin parah.

De Guindos mengatakan, skema dana talangan ini sangat menguntungkan ketimbang dengan pasar. Menurutnya, dana talangan itu hanya dikucurkan bagi bank yang benar-benar membutuhkan.

Dana talangan bagi perbankan Spanyol ini berasal dari dua tempat. Satu dana European Financial Stability Facility (EFSF) dan European Stability Mechanism.

Permintaan Spanyol ini disambut baik oleh dunia internasional. Direktur IMF Christine Lagarde mengatakan, dana talangan tersebut akan cukup mampu memperbaiki kredibilitas bank-bank Spanyol.

Begitu juga dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner. Dia mengatakan, kebijakan ini merupakan langkah konkrit bagi penyehatan perbankan Spanyol.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×